Tiga Kelas Terbakar, SD NU Bahrul Ulum Liburkan Sekolah


MALANG – Tahun ajaran baru yang seharusnya menjadi awal masuknya sekolah bagi siswa baru, tapi bagi SD NU Bahrul Ulum yang berada di Jalan Kolonel Sugiono VII, Mergosono harus menghentikan kegiatan belajar mengajarnya. Karena sebagian kelasnya mengalami kebakaran pada Selasa (16/7) dini hari.
Diduga, peristiwa tersebut terjadi akibat konsleting listrik. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, titik api didiuga berasal dari sebuah kantin yang terletak di lorong sekolah.  Kantin tersebut berbatasan langsung dengan beberapa kelas.
"Mulanya, kejadian tersebut diketahui oleh warga yang tinggal di belakang sekolah. Ketika itu, ia melihat banyak asap di rumahnya," terang Kepala Sekolah SD NU Bahrul Ulum, Nurhasanah kepada Malang Post.
Mengetahui hal tersebut, sang tetangga langsung menuju sumber asap dan memanggil warga sekitar. "Saat itu, sekolah dalam kondisi terkunci. Ia menggedor sekolah dan langsung dibukakan oleh pengasuh panti asuhan," terang dia.
Kemudian, salah satu warga yang bernama Aswar yang melaporkan kejadian tersebut ke pemadam kebakaran. Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran langsung berupaya memadamkan api. "Saya baru diberitahu kalau sekolah terbakar pas dini hari, saya langsung kesini. Kemudian memberi kabar kepada guru-guru lainnya," kata perempuan yang tinggal di Jalan Kolonel Sugiono III ini.
Akibat kebakaran tersebut, ada sekitar tiga kelas yang terdampak, kelas 1B yang terletak persis di samping kantin. Akibatnya, LCD dan beberapa kaca banyak yang pecah dan rusak. Selain itu, ruang kelas V dan ruang kelas 1A juga terkena dampak.
"Meski begitu, kursi dan meja semua masih aman. Untuk kelas lain yang terdampak, terkena bagian pintu dan kaca yang pecah," papar dia.
Kemudian, di sekitar kantin, juga dekat dengan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Di dalam ruangan tersebut, terdapat buku-buku yang belum didistribusikan kepada siswa. "Ada beberapa buku yang kena air, basah semua. Jadi sekarang kita jemur," papar dia sambil menunjuk buku tersebut.
Lebih lanjut, Nurhasanah mengungkapkan, akibat kejadian tersebut, beberapa siswa sempat datang ke sekolah. Namun, mereka memberitahu muridnya untuk kembali ke rumah. "Tadi beberapa siswa sempat datang. Kemudian, kami kumpulkan di musala dan diberitahu sekolahnya libur," ungkapnya.
Sekolah akan diliburkan hingga Rabu (17/7) hari ini. Ia memprediksi, kegiatan belajar mengajar akan dimulai Kamis (18/7) besok. "Kami para guru akan kerja bakti dulu untuk membersihkan sekolah pascakebakaran. Kondisi sekolah juga ada yang dalam tahap renovasi. Beberapa kelas yang kena imbas, juga baru saja selesai di cat," terangnya.
Nurhasanah menambahkan, pada Kamis mendatang, pihaknya akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu di lapangan. Apalagi, masih ada beberapa kelas yang tidak bisa digunakan. "Kemungkinan, kami akan bagi dua shift, pagi dan siang. Tapi kita lihat dulu kondisinya," papar dia. (tea/aim)