Tiket KA Lebaran Masih Sepi Peminat

 
MALANG -  PT KAI sudah membuka layanan pemesanan tiket untuk lebaran Idul Fitri, untuk keberangkatan H-17 sampai H plus 12. Pemesanan tiket dapat dilakukan 90 hari sebelum keberangkatan. Humas PT KAI Daop 8, Gatut Sutiyatmoko menjelaskan, pemesenan tiket KA dapat dilakukan jauh-jauh hari untuk melancarkan arus mudik lebaran 2018.
“Kami sudah membuka layanan pemesanan tiket Idul Fitri 2018 dengan periode keberangkatan pada 30 Mei hingga 28 Juni 2018, atau H minus 17 hingga H plus 12 hari,” kata Gatut Sutiyatmoko kepada Malang Post.
Lebih lanjut ia mengatakan meski pemesanan telah dibuka mulai 1 Maret lalu, tapi animo masyarakat belum tinggi, hanya sekitar 10 persen. Mungkin karena jarak menuju lebaran, masih jauh waktunya. Dia memprediksi tiket kereta api mulai habis, saat memasuki H-5 hingga H-1 lebaran.
“Karena masih H-15, masih cukup jauh. Biasanya tiket itu akan habis menjelang H-5 sampai H-1 lebaran atau pemesan tiket pada tanggal 13-16 Maret," terangnya. 
Pemesanan tiket di stasiun, termasuk Stasiun Kota Baru Malang kata bisa dilayani mulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Selain itu, pemesanan tiket 24 jam, juga bisa dilakukan melalui aplikasi KAI, website kereta api, contact center 121, dan mitra penjualan perusahaan. 
"Penambahan gerbong kereta masih belum. Kami masih menunggu keputusan dari pusat. Biasanya, 65 hari menjelang lebaran. Nanti kalau sudah, akan diadakan sosialisasi. Jadi saat ini masih belum, sambil sekarang ini melakukan evaluasi kereta api mana saja yang okupansinya tinggi," jelasnya.
Gatut mengimbau kepada masyarakat untuk segera mengatur jadwal keberangkatan atau mudik, sekaligus jadwal balik, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
"Jangan sampai menyepelekan nanti kehabisan. Selain itu, juga kami imbau jangan lupa membawa identitas yang asli dan tidak membawa barang yang berlebihan. Batas maksimal 20 kilogram per penumpang, selebihnya akan dikenai biaya," tegasnya. 
Selain itu ia juga menambahkan tiga petugas ekstra, yaitu penjaga perlintasan ekstra, pemeriksa jalan ekstra, dan pemantau titik rawan terjadinya gangguan. PT KAI juga menyiapkan Tim Penanganan Cepat Gangguan dan juga alat material untuk siaga (Amus), untuk mengatasi gangguan seperti longsor, banjir dan lainnya.
"Nanti juga ada penambahan loket. Sementara fasilitas lainnya, nanti juga ada posko di stasiun-stasiun besar, seperti Gubeng, Pasar Turi, Malang dan lainnya. Posko itu diantaranya, posko keamanan, posko operasional kereta api, posko informasi dan data, posko kesehatan," pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...