Tolak Mogok, Sopir Angkot Pilih Jadi Relawan


MALANG - Aksi demonstrasi dan mogok sopir angkutan umum se Malang Raya, Rabu (14/3) , tidak seperti demo angkutan umum biasanya Biasanya mogok kerja sopir, berdampak pada terlantarnya ratusan penumpang, kali ini tidak. Pasalnya, ada puluhan sopir angkutan umum yang malah menjadi relawan angkutan umum gratis, ogah mogok kerja.
Hal ini salah satunya terlihat di depan Stasiun Kotabaru Malang kemarin. Memang armada angkutan umum berwarna biru tersebut terlihat lebih sedikit dari biasanya, karena sebagian besar melakukan aksi mogok dan tidak jalan. Akan tetapi masih terlihat beberapa angkutan umum yang masih menarik penumpang.
Di bodi depan dan belakang angkutan umum ini, terpasang kertas bertuliskan “Angkutan Umum Relawan Gratis”.
“Ayo yang Gadang, yang Gadang. Angkotnya gratis-tis,” ungkap salah seorang kernet angkutan umum jurusan GA.
Sopir angkutan umum jurusan GA, Susilo Hadi menjelaskan jika ia tidak mengikuti aksi mogok yang sebagian besar kawan-kawan sopir lainnya lakukan. Ia memilih tetap mengoperasikan angkotnya secara sukarela.
Hal ini dilakukannya karena berkaca dari demo besar sopir angkutan umum Kota Malang setahun lalu. Di mana, banyak warga mengeluhkan tidak jalannya angkot dan warga merasa kesal dan dirugikan.
“Gak lagi deh. Kasihan juga warga penumpang dan pelanggan kita. Makanya ini sukarela saja agar tidak ada penumpang yang terlantar,” tandas Susilo kepada Malang Post di depan Stasiun Kotabaru Malang kemarin.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan tetap jalannya ia menarik penumpang, juga menjadi bagian dari unjuk rasa damai yang dilakukan pihaknya. Bahwa sopir angkot Kota Malang pun tidak ingin menimbulkan hal yang merugikan masyarakat dan tetap melayani dengan catatan aturan main harus diterapkan.
Susilo menegaskan jika dirinya dan kawan-kawannya hanya berharap peraturan yang mengatur operasional transportasi online dijalankan utuh.
“Ini juga perjuangan kami. Tolong aturan juga dijalankan sesuai yang diatur sebelumnya,” tandasnya.
Hal yang sama juga dilontarkan salah seorang sopir angkot jurusan AL, Cipto Tejo yang juga merelakan angkotnya menjadi angkot relawan gratis. Ia menyampaikan bahwa hal ini dilakukannya semata-mata agar masyarakat tidaklah terlantar.
Pasalnya ia meyakini jika warga Kota Malang masih menginginkan keberadaan angkutan umum. Walaupun transportasi online terus berdatangan.
“Kebetulan di jalur saya ada 15 angkot yang jadi relawan. Dan ini tidak apa-apa, teman-teman yang ke Karanglo sama berjuangnya dengan kita di sini,” pungkasnya.
Sementara itu Ayu Safitri, salah seorang penumpang angkutan umum gratis mengaku heran. Terlebih pada aksi mogok yang dilakukan angkutan umum akan tetapi masih merelakan angkot secara gratis.
“Heran juga. Jadinya siapa yang bayar?,” ungkapnya sambil tertawa. Meski begitu, Ayu mengaku senang karena tidak khawatir lagi untuk sampai ke tempat tujuan. Pasalnya, ia merupakan salah satu korban warga terlantar satu tahun lalu akibat angkot mogok di Kota Malang.
Mahasiswi asal Jember ini berharap pemerintah mengatur dan menerapkan dengan tegas aturan tranportasi online secara bijak. Di mana kedua belah pihak sama-sama mendapatkan porsi yang sama dan tidak ada yang merasa dirugikan.

Berita Lainnya :