Tsamara: Kaum Muda Harus Cerewet

 
MALANG - Kaum muda Indonesia, khsusunya mahasiwa harus cerewet akan apapun. Terlebih dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Hal ini ditegaskan mahasiswi cantik yang juga Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas, Jumat (15/9) di hadapan puluhan mahasiswa Ilmu Sosial Politik Universitas Brawijaya Malang. 
“Kalian semua sempat berpikir gak, pajak yang kalian bayar kalau beli makanan atau nongkrong di kafe itu larinya kemana? Apa pajak akhirnya bisa memperbaiki jalan-jalan rusak yang kayaknya tiap tahun juga terus diperbaiki gak pernah selesai-selesai,” tutur Tsamara.
Dalam sebuah tatanan kebijakan pemerintah, generasi muda harus memiliki modal cerewet untuk turut bersama mengawal pemerintah. Ia kemudian menyoroti kasus-kasus korupsi dan suap yang masih marak terjadi.  Praktik ketidakdilan seperti itulah yang kemudian dapat terjadi secara sistematis dikarenakan generasi muda acuh tak acuh. 
“Kita harus menuntut terus,  cerewet dan bertanya soal anggaran besar dipakai untuk apa, buktinya apa, realisasinya apa dampaknya seperti apa, berguna atau tidak. Dan harus konsisten, cerewetnya harus terus,” ungkap mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina ini. 
Dalam diskusi, Tsamara menegaskan penerapan e budgeting secara nasional sebagai salah satu solusi. Solusi mengurangi kecurangan-kecurangan oknum pejabat pemerintah. 
Perempuan kelahiran tahun 1996 ini mengungkapkan lagi bahwa generasi muda harus cermat dan memberikan solusi pada sistem pemerintahan lebih baik. Dengan e budgeting, tindakan kecurangan sedikit pun bisa diketahui. 
“Jaga idelalisme jangan sampai saat mahasiswa saja. Kalau perlu diteruskan, masuk kedalam sistem pemerintahan. Karena dengan kekuasaan kita bisa membuat kebijakan disitu kaum muda harus maju,” pungkas Tsamara. 
Sementara itu, Ketua Korwil 6 Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia (Himapol) Gilang Ramadhan menerangkan membangun politik yang bersih harus dilakukan sejak usia dini. Mahasiswa menjadi salah satu unsur masyarakat yang memegang kunci keberlangsungan pemerintah mendatang.
Maka dari itu diperlukan penanaman pengetahuan politik yang benar sejak awal. Dimana, kuncinya ada pada konsistensi idealisme yang pro rakyat.
“Anak muda harus melek politik. Harus berani maju menyuarakan suaranya minimal belajar membela hak diri sendiri kemudian berjuang untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :