Tugas Umat Hindu Aktualkan Catur Brata


MALANG - Ternyata saling memaaf-maafkan dan silaturahmi bukan menjadi budaya umat muslim saja ketika merayakan hari raya besar seperti Lebaran. Ratusan Umat Hindu Kota Malang mengakhiri Perayaan Nyepi tahun ini pun dengan cara yang sama. Yakni dalam Upacara Ngembak Geni di Candi Badut Kota Malang, Jumat (8/3).
Upacara Ngembak Geni berlangsung di Candi Badut Malang diikuti tak kurang dari 300 Umat Hindu se Malang Raya. Umat Hindu yang datang saling memberikan salam dan mengucapkan selamat kepada satu sama lainnya. Sekaligus menjadi akhir dari Catur Brata. Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
Seperti umat Muslim yang kembali fitri usai menunaikan ibadah puasa, Umat Hindu pun merasa kembali putih dan disucikan setelah melaksanakan serangkaian pantangan di hari Raya Nyepi. Satu per satu Umat Hindu yang datang diperciki air suci tanda ia kembali disucikan oleh pencipta.
Ngembak Geni sebagai rangkaian terakhir dari perayaan Nyepi ini juga ditandai sembahyang bersama sebagai ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi Wasa. Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dalam rangkaian upacara tersebut. Ketika tiba di Candi Badut, Sutiaji disambut dengan tari-tarian khas Bali seperti Puspanjali.
Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang Putu Moda Arsana mengapresiasi kehadiran wali kota. Ia mengungkapkan rasa terima kasih pada pimpinan daerah beserta Forpimda dan seluruh masyarakat Kota Malang. Yang dapat bersama-sama menciptakan suasana kondusif sehingga umat Hindu di Kota Malang dapat melaksanakan hari raya dengan aman dan tentram.
"Rangkaian kegiatan Nyepi ini sudah sejak Februari. Dari situ sampai hari ini, perayaan terakhir semua lancar. Beribu-ribu terima kasih dari kami," papar Moda.
Dijelaskannya, Ngembak berasal dari bahasa Bali yang memiliki makna “bebas” dan Geni artinya ialah api. Sehingga “Ngembak Geni” bermakna bebas dalam menyalakan api.
Dalam artian yang lebih luasnya, ia menambahkan Ngembak Geni berarti terbebas dan dipersilakan kembali untuk melakukan berbagai macam aktivitas seperti sedia kala. Hal ini dimaksudkan karena ketika Upacara Nyepi dilakukan seluruh aktivitas masyarakat Hindu dihentikan dan baru diperbolehkan untuk aktivitas kembali setelah hari raya besar itu selesai.
“Ngembak Geni, yaitu mengakhiri tapa-brata-yoga-samadi, dan ber-”Dharma Santi” dalam bentuk saling berkunjung dan saling memaafkan,” tuturnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :