Ulama Umaro Bergandengan Tangan Jaga Persatuan Umat


MALANG – Kebersamaan dan kekompakan antara ulama dan umara di Kota Malang akan terus dijaga. Berbagai permasalahan yang terkait dengan keagamaan dapat diselesaikan dengan baik, karena ada jalinan komunikasi yang baik antara ulama dan umaro serta Forpimda Kota Malang.
Wali Kota Malang Sutiaji berterima kasih atas kebersamaan ulama umaro yang terbangun selama ini. Mulai dari permasalahan bendera tauhid, deklarasi paslon tertentu dan sampai dengan permasalahan buka bersama yang viral karena ada yang hal tidak pantas.
“Kemarin kami buat edaran jangan makan secara demonstratif, yang kami khawatirkan itu terjadi. Berkaitan dengan video yang viral, berbuka dengan miras. Kemarin saya panggil seluruh manajemen baik hotel maupun produk yang menggelar acara itu,” ujar Sutiaji dalam buka bersama silaturahmi ulama dan umaro di Masjid Baiturrahim Balai Kota Malang.
Diakuinya ada kelompok-kelompok yang ingin menyasar langsung dengan mendatangi oulet-oulet produk HP tersebut. Mereka meminta pertanggungjawaban terkait acara yang dapat melukai perasaan umat Islam.
“Karena itu, saya mohon bantuan dari para ulama untuk menyampaikan kepada jamaahnya, untuk mempercayakan penyelesaian ini kepada kami. Kami telah memanggil manajemen produk itu yang ada di Jakarta,” terangnya.
Sementara itu Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich menjelaskan tentang akhlak yang baik. Peranan ulama dan umaro tidak pernah lepas dari membimbing bangsa yang baik. “Maka antara ulama dan umaro ini akan kita bina terus-menerus, bagaimana membina Indonesia ini menjadi negara yang terbaik. Dalam pengertian baik ini ya segalanya, termasuk ekonominya, sosial budaya-nya dan seluruhnya baik, paling tidak karakternya.“ujarnya
Terkait dengan pilpres, KH Baidlowi Muslich menyampaikan pentingnya pemimpin. “Pilpres ini, merupakan suatu keniscayaan. Kita sebagai bangsa tidak mungkin dihindari untuk memilih pemimpin. Memilih pemimpin itu wajib. Sebab kalau tidak ada pemimpin, tidak ada negara dan suatu bangsa.” Ujarnya.  
“Siapapun nanti yang oleh Allah dipilih menjadi presiden, menjadi pemimpin kita, wajib kita taati dan kita doakan, kita dicintai. Pemimpin yang paling baik adalah yang dicintai rakyatnya. Maka rakyat harus mencintai pemimpinnya. Kedepan kita harapkan menjadikan Indonesia menjadi negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr,” tandasnya. (aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :