Underpass Karanglo Dikerjakan!

Biaya Rp 80 Miliar, Sisi Terpanjang 343 Meter
 
MALANG-Pembangunan infrastruktur di Malang Raya digeber lagi pada tahun 2019. Demi menunjang Tol Malang-Pandaan selesai  dan mulai dioperasikan. Tahun ini pekerjaan besarnya adalah proyek Underpass Karanglo dikerjakan. Targetnya pertengahan tahun ini sudah selesai dan bisa dipergunakan.
PT Jasa Marga tengah mempersiapkan pembangunan Underpass Singosari di perempatan Karanglo. Pilihan ini diambil menyusul gagalnya rencana pembangunan Flyover Karanglo yang biayanya dianggap terlalu mahal dan Underpass sebagai gantinya. 
‘’Dari segi biaya lebih murah. Dari segi pengerjaan lebih cepat. Makanya, Flyover di perempatan Karanglo dibatalkan,’’ tegas Indrawan Agustono, Project Manager 2 PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) saat dikonfirmasi. 
Rencana semula, kata Indrawan, Flyover Karanglo dipilih sebagai sarana mempermudah pengguna tol Pandaan-Malang menuju kota Batu. Begitu keluar dari gerbang tol Karanglo langsung lurus ke Barat menuju kota Batu.
Tetapi setelah dihitung ulang ternyata pembangunan Flyover sangat tidak efisien. Untuk membangun Flyover sepanjang 300 meter di atas Raya Karanglo biayanya Rp 250 miliar. Belum lagi waktu pembebasan tanah untuk Flyover, dibutuhkan waktu minimal 1 tahun.
‘’Sangat tidak efisien. Kalau tetap membangun Flyover. Membebaskan tanah untuk kaki-kaki Flyover mulai dari Bentoel dan Giant ke arah barat, bukan pekerjaan mudah,’’ papar Indrawan dengan menyebut waktu pembangunan Flyover juga lebih lama.
Setelah menghitung berbagai kekurangan di atas, JPM akhirnya memilih membangun Underpass (terowongan).  Lalu lintas dari arah Surabaya menuju kota Malang dan sebaliknya, bisa melaju lewat Underpass.
Secara teknis, Underpass Singosari akan dibangun sepanjang 343 meter. Bentang sisi utara (arah Malang) 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter. Dan bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter. Pembangunan Underpass senilai Rp 80 miliar ini terdiri dari 2 jalur dengan kapasitas 4 lajur. Di mana setiap lajur lebarnya 3,5 meter.
 ‘’Kalau Flyover biayanya Rp 250 miliar. Kalau Underpass cukup Rp 80 miliar. Dan masa pembangunan hanya 6 bulan,’’ paparnya lagi. 
Ditambahkannya, JPM kini tengah sibuk meratakan dan mengeraskan badan jalan sisi timur Raya Karanglo. Jika sudah selesai, arus lalu lintas dari Surabaya menuju Malang akan dialihkan lewat jalan ini.
‘’Selama pembangunan Underpass Singosari, arus lalu lintas dari Surabaya menuju Malang tidak terganggu. Setelah Underpass sisi timur ini selesai, ganti pengerjaan Underpass sisi barat (Malang menuju Surabaya,’’ pungkasnya. 

Berita Terkait

Berita Lainnya :