Urai Macet, Siapkan Rekayasa Lalin Sawojajar


MALANG – Kemacetan yang kerap terjadi di pertigaan Jalan Puntodewo dengan Jalan Ranugrati hingga di perempatan Sawojajar mendapat perhatian Wali Kota Malang Sutiaji. Ruas jalan yang macet itu akan segera dilakukan rekayasa lalu lintas. Untuk itu, Selasa (12/2) kemarin pagi, Sutiaji memantau langsung arus lalu lintas di Jalan Ranugrati, Jalan Puntodewo hingga Jalan raya Sawojajar dengan mengendarai sepeda motor.
Dirinya pernah terjebak kemacetan di Jalan Ranugrati dengan mengendarai mobil dinas tanpa pengawalan, sore hari beberapa waktu lalu. Untuk mengurai kemacetan di ruas jalan itu, dia memantau langsung arus lalu lintas pagi hari untuk bahan kajian bersama Forum Lalu Lintas Kota Malang.
"Senin (18/2) mendatang, kami  akan rapat Forum Lalin. Saya kumpulkan bahan, titik mana yang perlu dimusyawarahkan untuk dikaji sehingga dapat mengurai kemacetan," kata Sutiaji yang mengenakan jaket kulit warna coklat.
Dari hasil pantauannya, di pertigaan Jalan Puntodewo akan dilakukan rekayasa lalu lintas dan pelebaran jalan, khususnya trotoar yang ada di persimpangan akan dikepras. Rekayasa yang pernah dilakukan akan dicoba kembali. Pengendara dari Jalan Puntodewo tidak boleh langsung belok kanan ke Jalan Ranugrati. Dan pengendara dari Jalan Mayjen Wiyono tidak boleh belok ke Jalan Puntodewo. Sutiaji juga sempat melihat tiang rambu lalu lintas yang hilang di pojok Jalan Puntodewo.
“Sebelum rekayasa lalu lintas ini dilakukan. Kami akan mengumpulkan semua pemangku kepentingan di wilayah ini untuk sama-sama mengurai kemacetan. Agar dapat dilaksanakan bersama-sama,” terangnya.
Sedangkan, di pertigaan Sawojajar menurutnya, juga akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Saat pagi dan sore hari, kemacetan panjang sering terjadi di kawasan ini. Rencananya, untuk mengurangi persilangan kendaraan di perempatan Sawojajar, kendaraan dari arah barat Jalan Ranugrati tidak bisa langsung menuju Jalan Danau Toba. Dari lampu lalu lintas akan belok kiri terlebih dahulu dan memutar di u-turn Ruko WOW yang berjarak sekitar 50 meter.
Kemudian, lanjut dia, untuk mengurai kemacetan, pihaknya harus bisa menganalisis karakter orang. "Karakter orang jalan ini mau kemana. Kalau tujuannya ke daerah block office atau Muharto, kita harus carikan solusi, cari alternatif jalan," terangnya yang didampingi Kadis PUPR Kota Malang Hadi Santoso dan Kabid Lalu Lintas Dishub Agoes Moelyadi dan Plt Camat Kedungkandang Donny Sandito.
Selain itu, pihaknya juga mengurangi durasi tunggu untuk traffic light. "Tadi sudah kurangi. Lampu hijaunya dikurangi 5 detik, dari 25 jadi 20. Nanti juga akan connecting ke yang lain," papar dia. (tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :