Utamakan Pesan Moral Mural

 
MALANG - Tim GS Pro dari jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama PT Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA) produsen cat Decofreh terus melakukan persiapan  Ngalam Mural Festival Volume 1 (Ngamfest). Selain batik Malangan, event kerja bareng Malang Post ini juga mengusung tema topeng. 
Salah satu anggota tim, Wira mengatakan, tema itu sengaja diusung untuk mempromosikan dan menghidupkan kembali budaya Malangan. Ia membeberkan kriteria penilaian pada kegiatan yang digelar 17 September mendatang  yakni estetika. Selain itu, makna atau pesan yang disampaikan dari mural.
"Yang terpenting memang makna dan pesan dalam mural harus bisa dimaknai. Jadi peserta tidak asal menggambar mural," lanjut mahasiswa Jurusan Komunikasi semester akhir UMM ini saat diskusi di Malang Post.
Ia mengatakan, biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu. Dengan biaya tersebut, peserta mendapat  peralatan cat dari panitia. Untuk tambahan peralatan lainnya, lanjut dia, bisa membawa tambahan sendiri.
Untuk persiapan perlombaan, sambungnya, tiga hari sebelumnya akan ada sketching. Sketching dilakukan, jika ada tim yamg memerlukan.
Pendaftaran ajang ini sudah dimulai sejak 24 Agustus hingga 7 September. "Kami membatasi maksimal 18 kelompok, satu kelompok terdiri atas 5-6 orang," kata dia.
Kriteria mural festival ini, sambungnya, untuk usia 18 tahun ke atas. Technical Meeting (TM) akan dilakukan pada 10 September. Pada hari H, kataWira, lomba dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Juri berasal dari lembaga kebudayaan dan seniman. 
Selain festival mural, juga ada additional lomba lainnya. Yakni lomba fotografi. Lomba fotografi tema bebas menggunakan masing-masing kreasi. (sin/van)       

Berita Lainnya :