Wali Kota Gelontor Bonus Atlet Porprov Berpretasi


MALANG - Atlet Porprov Jatim VI 2019 Kontingen Kota Malang yang berprestasi mendapatkan bonus dari Pemkot Malang. Penyerahan  bonus ini secara simbolis diserahkan Wali Kota Malang Sutiaji malam ini di Gedung Kartini Kota Malang.
Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono menjelaskan, rincian penerimaan medali yang berhasil diraih Kontingen Kota Malang pada Porprov tahun ini.
"Hasilnya kami mendapatkan medali emas sebanyak 40 medali, medali perak sejumlah 49 medali dan perunggu sebanyak 50 medali. Total poin kita adalah 308," tegas Eddy.
Dijelaskannya pula atlet peraih medali emas akan mendapatkan bonus Rp 30 juta, peraih medali perak sebesar Rp 10 juta dan perunggu mendapatkan bonus sebesar Rp 7,5 juta.
Tidak hanya atlet, para pelatih yang memegang atlet peraih medali juga mendapatkan bonus. Untuk pelatih pemegang atlet peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 10 juta, perak Rp 5 juta dan Perunggu sebesar Rp 3 juta.
"Ini membawa kita pada peringkat 4 dibawah Kabupaten Sidoarjo. Hasil ini merupakan yang terbaik. Memang tidak sampai target runner up,  mohon maaf," papar Eddy.
Ia meneruskan, meski tidak mencapai target capaian, KONI Kota Malang optimis Porprov Jatim VII di 2021 akan mendapatkan prestasi lebih baik.
Wali Kota Malang Sutiaji pun mengapresiasi prestasi yang ditoreh Kota Malang. Meskipun diakuinya prestasi tersebut menurun.
"Alhamdulillah tetap di 5 besar. Ini akan menjadi bahan evaluasi kita semua bagaimana kedepan meningkatkan prestasi," tegasnya.
Sutiaji mengatakan lagi jika kekalahan di tahun ini akan membuat Kota Malang memgetahui kelemahan dan kesalahan yang perlu diperbaiki kedepan. Maka dari itu ia meminta seluruh sektor dapat berupaya membantu.
"Ini bukan tugas dan tanggungjawab KONI saja. Tapi juga kami sebagai Pemkot dengan Dinas Pendidikan dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraganya," tegasnya.
Disebutkannya, prestasi non akademik siswa siswi Kota Malang sama pentingnya dengan prestasi akademik. Oleh karena itu di 2020 mendatang konsep baru akan dibahas Pemkot Malang berkaitan dengan pemetaan atau mapping sekolah berprestasi non akademik.
"Kedepan ini akan kami bahas betul. Bagaimana nanti ada satu titik sekolah yang khusus mengembangkan lebih pada  anak-anak berbakat kita di bidang non akademik," jelas wali kota yang gemar bermain badminton ini.
Tidak hanya itu, Sutiaji juga menyebut rencana memasukan alokasi dana pembinaan olahraga di dinas dinas terkait. Tidak hanya Dinas Kepemudaan dan Olahraga saja yang selama ini memuat alokasi tersebut. Tapi juga masuk ke Dinas Pendidikan.
"Ini semua untuk pengembangan bakat bakat anak anak kita. Kita akan susun dan bawa rencana ini juga ke provinsi," tandasnya (ica/aim)

Berita Terkait