Wali Kota Tindak Tegas Pelanggaran Pengguna Fasilitas Terminal


MALANG - Wali Kota Malang Drs H Sutiaji akan melakukan tindakan tegas terhadap adanya pelanggaran terhadap pengguna fasilitas terminal, jika terbukti melanggar.
Sutiaji masih akan menelaah kembali persoalan yang terjadi di Terminal Mulyorejo, terkait penolakan para pemilik kios terhadap kontrak penempatan kios dalam terminal dengan membayar Rp 1 juta.
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, 23 pemilik kios dalam Terminal Mulyorejo bergolak. Mereka menolak kebijakan Dishub yang menarik biaya Rp 1 juta untuk kontrak sewa kios dalam terminal.Karena mereka menempati itu sebagai kompensasi sebelum dibangunnya terminal. Mereka sudah berjualan di pasar krempyeng, sebelum akhirnya dibangun terminal.
 “Saya juga baru tahu ada masalah ini. Nanti akan ada tim kesana melihat. Mestinya inspektorat ikut kesana. Tapi informasi informal memang saya tahu ada yang seperti itu tidak hanya disana saja, di terminal lain juga ada,” jelas Sutiaji.
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, apa yang dilakukan pihak UPT Terminal Mulyorejo sudah sesuai aturan yang berlaku.  Surat perjanjian sewa yang disampaikan kepada pedagang di Terminal Mulyorejo sudah dikomunikasikan dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang. Nominal tersebut nantinya akan masuk dalam kas daerah.
"Jadi itu tidak jelas hak dan alas pijaknya mereka (pedagang) di sana. Itu suratnya (kontrak sewa kios) sudah dikomunikasikan ke BPKAD, panjang kali lebar kali NJOP-nya sekian persen keluarlah nilai itu," ujarnya.
Handi menjelaskan, jika para pedagang di wilayah tersebut tidak menghendaki membayar sewa dipersilahkan saja. Karena sistem penarikan sewa sudah disesuaikan dengan luas yang ditempati.
"Kalau bersikeras tidak mau membayar sewa karena merasa punya hak, ya silakan saja. Kami akan masukkan dalam tunggakan piutang Negara, lalu kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) biar diselesaikan secara hukum," pungkasnya.
Sementara itu, Kordinator Paguyuban Kios Pedagang Terminal Mulyorejo Muhammad Sujai mengatakan pihaknya tetap akan mempertahankan apa yang diyakini, yakni tidak mau melakukan sistem kontrak tersebut. Ia dan penggunan kios sepakat siap jika nantinya urusan akan masuk ke ranah hukum. (ica/aim)