YAPETA Perjuangkan “Piagam” Perintis Kemerdekaan


MALANG - Sebagai perintis kemerdekaan, para veteran harus memiliki Piagam Satyalencana Perintis Kemerdekaan. Untuk mendapatkan piagam tersebut harus melalui proses panjang dan mendapatkan tanda tangan dari pelaku sejarah sebagai tanda 'sah'.
Salah satu pelaku kemerdekaan yang memiliki 'tanda tangan sakti', adalah Brigjen TNI (Purn) H.A Soetjipto Kertodjojo. Senin (15/4), sang veteran bersedia membubuhkan tanda tangannya untuk Piagam Mantan Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya untuk kemerdekaan Indonesia, di Rumah Brigjen TNI (Purn) H.A Soetjipto Kertodjojo, Jalan Cakalang Nomor 1, Kota Malang.
Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA), Tinton Soeprapto mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada para pejuang perintis kemerdekaan. "Kalau tanpa tanda tangan Pak Cip (sapaan akrab Soetjipto), tidak bisa dapat piagam. Persyaratan untuk mendapat pengakuan harus disaksikan pelaku yang tahu soal sejarah dan diseminarkan, baru bisa mendapat tanda tangan dan juga pengakuan dari presiden," terang dia.
Untuk para pejuang PETA, sudah ada sekitar 58 orang yang sudah disetujui untuk mendapatkan piagam. "Yang terakhir, adalah Letkol Edi Sukardi yang merupakan pejuang Bojangkokosan," terang dia.
Baginya al tersebut sangat penting dilakukan. Sebab, keberadaan sejarah tidak bisa diulang dan tidak dapat diplintir. "Dengan menghargai sejarah, Indonesia akan berkembang lebih bagus. Peran beliau-beliau sebagai perintis kemerdekaan semakin nyata. Keberadaan Pak Cip sudah terbukti dan terjamin," ujar dia.
Keberadaan Sutjipto, menurut Tinton sangat penting, utamanya untuk penandatanganan piagam. "Pak Cip pernah dipercaya sebagai orang kedua dari Pangdam V Brawijaya. Selain itu, beliau juga pernah menjadi kepala staf Kowilham, yang wilayahnya sampai Papua. Keberadaan beliau penting sekali," ungkap Tinton.
Sementara itu, Brigjen TNI (Purn) H.A Soetjipto Kertodjojo menambahkan, sebagai perintis kemerdekaan, hal tersebut merupakan piagam terakhir yang ia tanda tangani. Jika memang ada usulan baru, lebih cepat diajukan bisa lebih baik. "Saya tidak bisa bicara banyak, mungkin ini tanda tangan saya yang terakhir untuk para perintis kemerdekaan. Itu saja," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :