Evaluasi Kinerja Jokowi-JK Siap Digelar di Malang

 
MALANG- Kota Malang akan menjadi salah satu kota tempat evaluasi kinerja kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kala minggu depan. Hal ini dikatakan Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Staf Kepresidenan RI Abaraham Wirotomo kepada Pemkot Malang.

Dua Puskesmas dan Satu RSUD Siap Jadi BLUD

 
MALANG- Dua Puskesmas dan satu rumah sakit di Kota Malang akan menjadi pilot project penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan instansi kesehatan Kota Malang. Puskesmas Janti, Sukun dan Dinoyo, serta RSUD Kota Malang akan disiapkan menjadi BLUD. 

Kepala Dinkes Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM kepada Malang Post menegaskan, jika tiga instansi ini sudah dinyatakan siap untuk penerapan BLUD di 2019 mendatang.
“Karena sudah siap. Dan memang kita harus uji cobakan dulu,” papar Asih saat ditemui di Balai Kota Malang. 
Puskesmas Janti dan Dinoyo selama ini memang memiliki aktivitas pelayanan yang sudah mumpuni dengan fasilitas yang ada. Sementara RSUD Kota Malang sejak awal memang sudah disiapkan untuk jadi BLUD. 
Konsep penerapan BLUD di Puskesmas dan RSUD sebagai perwujudan tugas Pemda untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan. Dikatakannya,  saat ini kerap terjadi ketimpangan dari sisi kebutuhan pelayanan dan ketersediaan tenaga dan fasilitas. Sudah menjadi tugas Pemda untuk mempersempit kesejangan tersebut. 
“BLUD nanti adalah bagaimana mengatur pola pengelolaan keuangan untuk memudahkan dan mengamankan, bukan untuk tujuan mencari keuntungan. Fokus utama BLUD adalah peningkatan kualitas pelayanan,” tegas Asih.
Ditambahkannya dengan status BLUD, Puskesmas lebih bebas berkreasi dan berinovasi dalam pelayanan, khususnya rekrutmen tenaga kerja. Selain itu, tujuan Puskesmas didorong menjadi BLUD tak lain agar pengelolaan keuangam dapat mandiri dan dapat menunjang peningkatan pelayanan masyarakat.
“Semua Puskesmas rencananya akan di BLUD, agar lebih leluasa dalam pengelolaan penata pelaksanaan keuangan. Sehingga misalnya ada saat butuh obat ya bisa digunakan untuk beli obat,” ujar Asih.
Meskipun ditargetkan di 2019 semua puskesmas di Kota Malang menerapkan sistem BLUD, Asih menerangkan masih akan melakukannya bertahap. Akan tetapi tetap menargetkan seluruh Puskesmas akan menerapkannya sejalan waktu. (ica/aim)

Tahun 2019, Jembatan Kedungkandang Dibangun Lagi

MALANG- Pengerjaan proyek Jembatan Kedungkandang akan dikerjakan di tahun 2019 mendatang. Menurtut Wali Kota Malang Drs H Sutiaji  pengentasan kemacetan kawasan Kecamatan Kedungkandang berkaitan dengan akan rampungnya pengerjaan Tol Malang-Pandaan. 
Pengerjaan kembali mega proyek Pemkot Malang yang sebelumnya tertunda tersebut sangat memungkinkan untuk dilanjutkan di 2019. Karena kebutuhan krusial akan pemanfaatan jembatan menjadi faktor penting. 
“Walaupun sekarang sudah di pengadilan, jika ini krusial dan tidak mendadak atau tiba-tiba kenapa tidak di 2019 bisa dikerjakan lagi,” ungkap orang nomor satu Kota Malang ini. 
Jembatan Kedungkandag, menurut Sutiaji memang dirasakan krusial dan harus diselesaikan segera pengerjaannya. Hal ini dikaitkan dengan akan rampungnya pengerjaan Tol Malang – Pandaan di seksi V yang melewati Kota Malang. 
Dalam waktu dekat ini pun kajian mengenai proses hukum yang sedang dilalui terkait proyek jembatan ini akan kembali diupdate. 
“Bisa saja di 2019 masuk di APBD dikerjakan tahapannya,” tegas walikota yang gemar membaca buku ini. 
Untuk saat ini kondisi di sekitar Jembatan Kedungkandang tidaklah berbeda dari sebelum-sebelumnya. Tetap macet dan padat merayap di jam-jam sibuk. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya bangunan-bangunan semi permanen. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :