2019, Seluruh Desa Punyai BUMDes


MALANG – Pemkab Malang memasang garis haluan utama untuk pergerakan ekonomi desa. Lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemkab ingin ekonomi masyarakat di sekitar usaha desa berkembang dan semakin sejahtera.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji menyebut visi BUMDes adalah menambah pendapatan asli desa. “Aspek pembentukan BUMDes hanya ada dua, yakni penambahan pemasukan untuk pendapatan asli desa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” kata Suwadji kepada wartawan.
Data DPMD Kabupaten Malang menyebut, setidaknyada ada 236 BUMDes yang tersebar di penjuru Kabupaten Malang. Ratusan BUMDes ini tergolong menjadi tiga kategori, yakni mandiri, berkembang dan rintisan. Menurut Suwadji, setidaknya 207 BUMDes yang terdaftar, sudah termasuk bagian dari usaha milik satu desa. Sementara, sisanya merupakan BUMDes yang diolah secara joint oleh beberapa desa.
Namun, menurut Suwadji, jumlah ini perlu ditingkatkan lagi. Selain bisa meningkatkan pendapatan desa, peningkatan kuantitas BUMDes bisa menjaring anggota masyarakat yang membutuhkan pemasukan. Tapi, untuk membangun BUMDes yang sukses, DPMD mengklaim tidak lepas tangan.
Mereka siap melakukan pembinaan, terutama dalam bidang peningkatan bisnis, administrasi, manajemen dan unit usaha. Tahun 2019 ini, DPMD Kabupaten Malang ingin seluruh desa di Kabupaten Malang memiliki BUMDes. Dia tidak mempermasalahkan sistem yang akan diadopsi oleh desa untuk mempunyai BUMDes.
DPMD merestui Sistem BUMDes mandiri maupun sistem joint sejumlah desa. Asalkan, target pendongkrakan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan, bisa dicapai dengan program-program ini. Dalam pemantauan DPMD, BUMDes, bisa menggerakan ekonomi kerakyatan, serta membantu pembukaan lapangan kerja. “BUMDes bisa menggerakan ekonomi masyarakat, serta memberi pekerjaan bagi warga sekitar,” tutupnya. (fin/udi)

Berita Terkait