25581 Penduduk Kabupaten Terancam Kesulitan Air


MALANG - Tidak hanya Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo yang dipasang tandon. Perumda Tirta Kanjuruhan juga memasang tandon di wilayah Kecamatan Sumberamanjing Wetan. Karena di wilayah tersebut merupakan daerah rawan terjadi kekeringan.
Direktur Utama, Perumda Tirta Kanjuruhan, Samsul Hadi mengatakan, di Kecamatan Sumbermanjing Wetan tercatat ada tiga desa yang rawan kekeringan. Yaitu Desa Druju, Desa Sumberagung, dan Desa Ringinsari.
"Untuk Desa Druju hampir semua wilayahnya rawan kekeringan, sedangkan di desa Sumberagung wilayah rawan kekeringan terjadi di Dusun Krajan. Sementara di Desa Ringinsari, kekeringan terjadi di wilayah Dusun Ringinsari," katanya.
Menurut Samsul, tiga wilayah yang rawan kekeringan itu jumlah penduduknya cukup banyak, yaitu hampir 2000-an. "Saat ini memang belum ada permintaan suplai air. Tapi kami memilih untuk antisipasi, dengan memasang tandon. Begitu ada permintaan dari warga untuk suplai air, kami bisa cepat untuk memberikan suplai air," ujarnya.
Dikatakan Samsul, banyaknya jumlah penduduk, masing-masing wilayah akan dipasang lebih satu tandon. Seperti di Desa Druju, pihaknya memasang tiga tandon. Sedangkan di Dusun Krajan, Desa Sumberagung dipasang tiga tandon, begitu juga di Desa Ringinsari dipasang tiga tandon.
"Kalau kapasitasnya sama. Satu tandon dapat menampung 3000 liter air. Jadi kalau ada yang tiga tandon, maka sedikitnya kami mensuplai air sekitar 9000 liter kesana. Jumlah itu bisa bertambah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tambah kakek satu cucu ini.
Penyediaan tandon untuk memudahkan suplai air tidak hanya tahun ini dilakukan. Tahun sebelumnya juga dilakukan. Alasan Samsul karena lebih efektif, dan warga tidak menunggu. "Kalau biasanya kan warga antre untuk mendapatkan suplai air. Mereka membawa bak, atau peralatan lainnya untuk mengambil air. Tapi dengan tandon ini, mereka gak perlu menunggu lagi, cukup ke tandon, dan langsung bisa mengambil air," tambahnya.
Samsul berpesan kepada warga untuk berhemat  air. "Kami memang tidak membatasi suplai air. Warga menelpon, langsung kami layani. Tapi alangkah baiknya jika tetap berhemat, sehingga air tidak terbuang percuma," ungkapnya.
Untuk mensuplai air, Samsul kembali menegaskan, pihaknya menyiapkan 10 mobil tangki. Mobil-mobil ini bergerak setiap hari," tambahnya.
Dan yang menarik menurut dia, suplai air tidak dibatasi. "Termasuk warganya, kami juga tidak membatasi. Baik pelanggan atapun tidak pelanggan, saat terjadi bencana kekeringan langsung kami layani," tuturnya.
Dia mengatakan, terkait bencana kekeringan ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. Yaitu Dinas PU SDA, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Ciptakarya, PMI Kabupaten Malan serta Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Malang," tambahnya.
Selain Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Donomulyo, wilayah lain yang rawan bencana kekeringan adalah Kecamatan Singosari, Kalipare, Pagak, Lawang, Jabung, Sumberpucung dan Jabung.  "Ada 19 desa, dengan total jumlah penduduk sesuai data kami adalah 25581," pungkas Samsul. (ira/udi)

Berita Terkait