30 Hari Sortir dan Lipat 10 Juta Lembar Surat Suara

HATI-HATI: Masyarakat yang dilibatkan menyortir dan pelipatan surat suara Pemilu 2019 harus hati-hati serta teliti.
 
PAKISAJI-  KPU Kabupaten Malang mulai melakukan sortir dan pelipatan surat suara Pemilu 2019. Proses sortir dan pelipatan melibatkan 100 orang yang tinggal di dekat gudang KPU Jalan Raya Karangpandan, Pakisaji, sejak kemarin.
“Target kami sortir dan pelipatan selesai dalam waktu 30 hari ke depan. Karena jumlah surat suara untuk Pemilu 2019 cukup banyak,” ujar Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko. Menurutnya, ada 10 juta lembar surat suara yang harus disortir dan dilipat satu-persatu. 
Sebab, tahun ini ada lima jenis surat suara. Yakni surat suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres), DPD, DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kabupaten Malang.  Setiap jenis surat suara berjumlah sekitar 2 juta lembar. 
Disesuaikan dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Malang, serta ditambah dengan surat suara tambahan. Jumlah DPT sendiri untuk Pemilu 2019 sebanyak 1.996.857 jiwa. “Namun untuk sortir dan pelipatan surat suara hari ini, baru empat surat suara,” kata dia kemarin. 
Yakni DPD, DPR RI, DPRD Provinsi Jatim serta DPRD Kabupaten Malang. “Untuk surat suara Pilpres masih belum kami terima,” tegas Santoko. Agar proses sortir dan pelipatan kertas surat suara berjalan lancar dan efisien, dikerjakan per-kecamatan. 
Setiap satu kecamatan selesai, maka akan langsung didistribusikan ke PPK kecamatan. Karenanya dalam sehari, diharapkan bisa menyelesaikan sampai 500.000 surat suara. Santoko mengatakan pelaksanaan sortir dan pelipatan masih belum ada kendala. 
Namun sudah ditemukan beberapa surat suara rusak dari Pujon. Seperti delapan lembar surat suara untuk DPD dan 10 lembar untuk DPR RI. “Kerusakan yang ditemukan adalah letak print surat suara yang kurang presisi, serta surat suara sobek,” ungkapnya.
Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono menambahkan, kepolisian sudah mengerahkan personil maksimal untuk mengamankan jalannya Pemilu 2019. Mulai dari 20 September 2018 sampai 21 Oktober 2019, sudah mengerahkan 500 personel ditambah dengan 264 personil dari jajaran polsek.
Polres Malang juga menggandeng TNI AD, KPU, Bawaslu, dan elemen masyarakat untuk saling sinergis dan tidak mengedepankan ego sektoral.  “Kapasitas kami dalam Pemilu ini bertanggung jawab mengenai pengamanan,” kata mantan KBO Satreskrim Polres Malang Kota ini. 
“Keterlibatan Linmas dan PPK juga penting dalam pengamanan di tingkat kecamatan nanti. Dengan bersinergi kami harapkan Pemilu nanti berjalan aman, nyaman dan lancar," tambah mantan Kasatreskrim Polres Malang itu. (agp/mar)
 

Berita Terkait