62 Anak Terlibat Kejahatan Serius di Kabupaten Malang


MALANG - Tahun 2018, jumlah anak di bawah umur yang terlibat tindak kriminal di Kabupaten Malang cukup memprihatinkan. Data Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, 62 anak menjadi pelaku kejahatan dan menjalani proses hukum.
Melihat ini, Satbinmas Polres Malang memberikan penyuluhan tentang kenakalan anak di era modern agar tidak terjadi di tahun 2019. Seperti yang dilakukan kepada ibu-ibu Muslimat NU se-Kabupaten Malang di kantor Muslimat NU, Desa Kebonagung, Pakisaji, kemarin.
Satbinmas Polres Malang, mengajak kepedulian ibu-ibu Muslimat untuk bersama-sama menjaga anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. “Kami sampaikan bahwa masa depan bangsa, ada pada anak-anak,” terang Kasatbinmas Polres Malang, AKP Sri Widyaningsih.
“Dalam penyuluhan tentang kenakalan anak di era modern, mengajak bersama-sama mencetak generasi bangsa yang bermartabat, berakhlak, beriman dan bertaqwa,” papar mantan Kapolsek Sumberpucung itu kepada Malang Post.
Ia mengungkapkan, 62 anak yang ditangani UPPA, bukan hanya terlibat kejahatan seksual, tetapi juga tindak kriminalitas lainnya seperti narkotika dan pencurian. Sedangkan anak di bawah  umur yang menjadi korbannya, berjumlah 133 anak.
Salah satu penyebab tingginya jumlah tindak kriminalitas anak di bawah umur tersebut, dikarenakan pengaruh media sosial dan gadget. Banyak orangtua yang masih kurang peduli dengan pergaulan anak. Ketika anak bermain HP lama-lama, tidak ada yang mengawasi.
“Kami berharap dengan penyuluhan ini, orangtua lebih peduli dan ketat dalam mengawasi anak. Selain pergaulan bebas, banyak anak yang terjerumus dalam dunia narkoba dan minuman keras,” jelasnya.
Dikatakannya, penyuluhan seperti ini akan terus dilakukan. Tidak hanya kepada ibu-ibu Muslimat NU, tetapi juga kepada masyarakat lainnya. “Kami harapkan, pesan kami bisa diteruskan kepada masyarakat di tempat tinggalnya,” tutupnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :