Anggaran Tak Disetujui, Terminal Wisata Tumpang Gagal Dibangun


MALANG - Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang membangun Terminal Tumpang sebagai terminal wisata tahun ini tak dapat diwujudkan. Pasalnya, usulan anggaran untuk pembangunan yang diajukan Dishub tak distujui DPRD Kabupaten Malang.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Luthfi mengatakan, jika saat pembahasan APBD 2019, pihaknya mengusulkan pembangunan terminal Tumpang menjadi terminal wisata. Tujuannya, untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor terminal.
Hafi mengaku, jika dua tahun terakhir sejak terminal tipe A dan B pengelolaannya diambil alih oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, pendapatan dari sektor terminal mengalami penurunan. Sekalipun pihaknya masih mengelola terminal tipe C, namun banyak angkutan yang enggan masuk dalam terminal. Sehingga penarikan retribusi untuk angkutan tak bisa dijalankan.
Kondisi inilah yang kemudian dikatakan Hafi pihaknya ingin menjadikan terminal Tumpang sebagai terminal wisata.
"Tumpang merupakan pintu masuk wisata Bromo, Tengger, Semeru. Untuk mengelola terminal wisata ini, kami dapat bekerjasama dengan paguyuban jeep, yang mengantarkan wisatawan ke Bromo, Tengger, Semeru," katanya.
Bukan itu saja, selain dengan paguyuban Jeep, pihaknya juga berencana mengandeng pengemudi angkutan tradisional. Karena di Tumpang memiliki potensi pariwisata yang cukup baik.
"Wisatawan yang hendak berwisata ke Candi Kidal, Candi Jago dan desa wisata lainnya, bisa mengendarai angkutan wisata, seperti dokar atau shullte yang sudah didesain khusus," ungkapnya.
Dia juga memiliki konsep terminal wisata ini akan dibangun pujasera, yang menghadirkan makanan-makanan tradisional. Sehingga, wisatawan yang datang, dan lapar tak perlu jauh-jauh untuk kuliner. "Tapi ya itu, kami usul namun tak disetujui," ungkap Hafi.
Dia menerangkan, jika dalam usulan saat pembahasan APBD dulu anggaran pembangunan terminal wisata Tumpang, tahap pertama adalah Rp 400 juta. dan usulan itu langsung ditolak oleh dewan.
Sementara saat ini, terminal Tumpang banyak digunakan warga sebagai tempat parkir kendaraan. memang tempatnya yang berdekatan dengan pasar sangat memungkinkan warga untuk memarkir kendaraannya. "Kami sebetulnya tidak menyerah. Kami akan mengusulkan kembali dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD-P 2019. Kami berharap usulan ini diterima, sehingga terminal wisata Tumpang dapat diwujudkan segera," tandasnya. (ira/udi)

Berita Terkait