Asesmen Terpadu Bisa Ringankan Hukuman Tersangka Narkoba


Tim asesmen ketika melakukan pertanyaan kepada HR dan MLS, pelaku penyalahgunaan narkotika.
KEPANJEN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, melakukan asesmen terpadu terhadap dua orang  pemuda. Yakni HR, 30, warga Kediri, dan MLS, 30, warga Blitar. Mereka diamankan polisi di wilayah Kecamatan Poncokusumo.
Keduanya mengkonsumsi narkotika jenis sabu. “Asesmen terhadap HR dan MLS ini, dilakukan untuk mengetahui apakah terlibat jaringan pengedar, pecandu atau hanya korban,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut CPM Agus Musrichin.
Katanya, hasil dari asesmen ini akan dilampirkan dalam berkas perkara sebagai pertimbangan hakim untuk memberikan putusan.  Menurutnya, asesmen yang dilakukan oleh BNN ini, adalah wujud dari implementasi Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Serta surat edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 dan peraturan bersama tujuh lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret tahun 2014,  tentang penanganan pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika ke dalam rehabilitasi.
“HR ini menggunakan narkoba untuk dirinya sendiri, tidak terindikasi terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Namun demikian tetap perlu dilakukan asesmen terpadu. Sedangkan MLS, temannya hanya diajak saja untuk mencicipi," terangnya.
Dikatakan dia, bahwa orang yang memakai narkotika secara sadar dan berulangkali, dikategorikan sebagai pecandu. Sebab ada gejala ketergantungan dari efek rasa yang dirasakan. Sedangkan disebut korban, ketika mengkonsumsi tanpa sepengetahuan dirinya. 
"Latar belakang yang menjadikan orang mengkonsumi narkotika, karena sebagai dopping kerja, serta karena atas bujuk rayu teman, bahwa zat yang dikonsumsinya adalah jamu," jelasnya.
Tim asesmen terpadu ini, merupakan gabungan dari beberapa instansi. Pertama adalah tim asesmen hukum, yang terdiri penyidik BNN, Polri serta Jaksa. Tugas tim ini, menganalisa keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana.
“Satu lagi yaitu tim psikolog BNN yang merupakan Tim Asesmen Medis. Tim ini berfungsi menentukan tingkat adiksi atau kecandut kecanduan tersangka sekaligus  kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahgunaan narkoba,” bebernya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :