Awas!! 77 Kebakaran, Rp 12,2 Miliar Ludes



MALANG - Warga Malang Raya waspada kebakaran yang rawan terjadi selama musim kemarau. Apalagi dalam kurun waktu Januari-Agustus tahun ini  terjadi 77 kali peristiwa kebakaran dengan total kerugian Rp 12,2 miliar. Berdasarkan data Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (PPBK) Satpol PP Kabupaten Malang, 30 peristiwa kebakaran yang menelan kerugian Rp 10 miliar di wilayah Kabupaten Malang didominasi industri.
Kabid PPBK Satpol PP Kabupaten Malang Goly Karyanto mengatakan, kerugian terbesar akibat kebakaran dialami  Pabrik Kayu Megatex Bululawang yang terjadi Juli 2018 lalu.  “Kerugiannya mencapai Rp 3 miliar karena banyaknya kayu yang terbakar,” jelasnya.
Goly mengimbau warga  waspada bahaya kebakaran selama musim kemarau. Karena pada musim kemarau seperti sekarang rawan amuk si jago merah. Terik matahari dan embusan angin membuat si jago merah cepat membesar dan sulit dikendalikan.    
“Warga jangan meninggalkan rumah dalam keadaan listrik dan kompor menyala. Sedangkan untuk industri kami imbau tetap waspada dengan menerapkan budaya safety K3,” imbau Goly.
Mantan Kabid PBB Bapenda Kabupaten Malang ini melanjutkan, penyebab kebakaran  umumnya didominasi korsleting listrik. Instalasi listrik di rumah warga pun tak memenuhi standar sehingga rawan terjadi hubungan arus pendek.
Sedangkan untuk pabrik, menurut Goly, karena tak perhatikan keamanan dan tidak memenuhi standar operasional prosedur.  “Kami tidak henti-hentinya mengimbau serta edukasi kepada masyarakat. Tujuannya mencegah kebakaran,” kata dia.  
Di Kota Malang, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sepanjang 2018 ini tercatat 20 kejadian kebakaran. Kejadian terbanyak terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang.
Kejadian kebakaran mulai meningkat di Juni lalu. Sebab bulan tersebut mulai masuk musim kemarau. Juni lalu, terjadi tiga kebakaran. Agustus ini, pada Senin (6/8) lalu, sebuah gudang mebel terbakar di Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru dengan kerugian Rp 19 juta. Penyebabnya diduga korsleting listrik.  
Sementara itu menurut catatan BPBD Kota Malang, pada Juni lalu kebakaran menghanguskan sebuah kamar kos di kawasan Jalan Pisang Agung. Pemicunya korsleting listrik dengan kerugian Rp 23 juta.