Awas, Jangan Sampai Salah Desain dan Malfungsi Seperti di Solo


MALANG - Pembangunan  underpass di Karanglo mulai dikerjakan sejak Kamis (10/1). Saat ini pihak PT Jasamarga Pandaan Malang masih melakukan pengeboran dan pengerukan tanah untuk under pass. Pakar Transportasi Universitas Brawijaya (UB) Malang Hendi Bowoputro, ST, MT menjelaskan pengerjaan Underpass di Karanglo perlu memperhatikan sistem drainase. (Baca grafis, Red)
Kata Hendi sapaan akrabnya, beberapa hal yang dianggapnya vital. Pertama memang sistem drainase dan kedua adalah ruas pintu masuk ke arah tol. Ia menjelaskan sistem drainase menjadi sangat penting karena kawasan Malang dilalui aliran-aliran sungai besar. Kawasan Singosari dan Karanglo pun memiliki salah satu sungai sekitar kawasan underpass tersebut.
“Jangan sampai drainasenya gagal seperti kejadian di Underpass Solo. Jadi yang perlu diperhatikan sistem drainasenya,” tegas Hendi kepada Malang Post saat dimintai tanggapan terkait efektivitas Underpass Karanglo yang kini tengah dikerjakan.
Mengapa hal ini penting? Pasalnya, lanjut Hendi, jika sistem drainase underpass tidak berfungsi baik maka kelancaran lalu lintas akan terancam secara otomatis. Bahkan tidak akan berfungsi secara total karena tidak dapat dilewati jika dibanjiri air.
Kejadian Underpass Makamhaji Kecamatan Kartasura Solo menjadi pelajaran yang berharga. Tiap hujan deras Underpass ini dibanjiri luapan air dari aliran sungai dekat kawasan tersebut. Terdapat endapan dalam sistem drainase yang menyebabkan peluapan air ke jalur Underpass.
“Harus diperhatikan ketinggian tanahnya dengan sungai di sekitar. Diperkirakan jika hujan deras bisa naik berapa tinggi apa lebih tinggi dari ketinggiannya underpass. Hal-hal ini yang harus diperhatikan” tegas pria yang juga dosen Fakultas Teknik UB Malang ini.
Tidak hanya sistem drainase, Ia pun mengkhawatirkan adanya penumpukan kendaraan yang hendak masuk tol. Pasalnya ruas jalan telah diambil untuk Underpass yang sedang dikerjakan. Meskipun diperkirakan kepadatan tidak akan signifikan akan tetapi hal ini dapat saja terjadi.
Hal ini dapat terjadi jika gerbang exit Tol Mapan di kawasan Ampeldento dan Gribig (Madyopuro) Kota Malang tidak kunjung dioperasikan jika Underpass sudah selesai dikerjakan dan beroperasi.
“Kalau sudah dibuka yang dua exit tadi, Yang masuk ke Tol Mapan ini bisa terpecah keluarnya. Tidak menumpuk di Karanglo” tukasnya.
Selebihnya adanya underpass dinilai akan membantu mengurai kemacetan di perempatan Karanglo tersebut. Selain itu efektif karena memecah volume kendaraan karena memberikan alternatif pengendara lebih banyak sehingga tidak menumpuk di sejumlah titik saja.

Berita Terkait

Berita Lainnya :