Berawal Menjual Dompet, Kini Banjir Order Tas Merek Alfi


MALANG – Beberapa UMKM yang ada di wilayah Kepanjen saat ini tergolong sangat berkembang. Banyak pelaku UMKM yang cukup sukses mengembangkan usahanya hingga sampai keluar daerah. Salah satunya adalah UMKM di bidang usaha tas dan dompet, dengan merek Alfi dibawah nama CV Alfi Berkah Abadi.
Usaha ini dimulai oleh Andriyanto bersama dengan Alfi, istrinya pada 9 Februari 2013 silam. Diawal usahanya, UMKM tersebut menjual produk berupa dompet dengan model yang beragam. Seiring berjalannya waktu, Andriyanto menambah mengerjakan pembuatan tas yang akhirnya dijadikan merek Alfi ,yang saat ini dikenal sebagai salah satu merek tas asal Kepanjen.
Selain model tas untuk mereknya sendiri, Andriyanto juga menerima pemesanan untuk pembuatan tas dari perorangan, perusahaan maupun instansi pemerintahan. Andriyanto mengaku, biasanya pesanan dari instansional lebih banyak dalam jumlah besar.
"Banyak juga pesanan dari dinas, seperti untuk acara seminar maupun diklat. Bahkan pernah, saya sampai tidak sempat produksi setengah tahun untuk yang merk punya saya, karena banyaknya pesanan dari dinas,” ungkap Andriyanto kepada Malang Post, kemarin.
Untuk pemesanan pembuatan tas, harga yang dipatok relative murah, bahkan dalam harganya, bisa menyesuaikan dengan budget pemesan. “Kelebihan kami, fleksibel soal harga. Kita bisa menuruti pesanan dan mengarahkan. Berapa budget pemesan, bisa dengan harga lebih murah tapi dengan bahan yang sederhana misalnya. Jadi kita sampaikan terang terangan saja,” ujar pria kelahiran 31 Agustus 1971 ini.
Biasanya, tas pesanan yang dikerjakan, berkisar di harga Rp 40 ribuan. Tergantung dengan kualitas bahan dan juga jumlah pesanan. Bagitu juga dengan tas yang diberi merek Alfi. Kualitas bahannya tak kalah dengan tas merek luar negeri. Dengan produknya yang menarik tersebut, merek Alfi ini mampu memasarkan produknya hingga sampai keluar daerah.
“Kami sangat memperhatikan kualitas, jahitannya rapi, kuat, sekaligus bahannya juga kuat. Kualitas lokal juga tidak kalah dengan produk impor. Dengan pemakaian yang sama, produk lokal ini bisa bertahan lebih lama sampai 5 tahun. Di area Malang, ada di pasar Tumpang, Turen, Krebet terus ada reseller juga di Jatim Park. Kalau diluar kota, Pandaan ada, Tuban, Lamongan, Cilacap sampai Lombok,” jelasnya.
Semakin berkembangnya usaha tersebut, UMKM milik Andriyanto ini selalu mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku, seperti izin usaha, pajak dan lain sebagainya. Ia mengatakan, dengan mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku, dapat bermanfaat untuk semakin mengembangkan usahanya lebih besar lagi.
“Bagi kami, seorang wirausahawan itu tidak boleh takut dengan namanya pajak atau perizinan dan lain sebagainya. Justru itulah yang membuat pinter, dengan berwirausaha kita bisa tahu harus melewati apa saja dan ketika kita bertemu dengan klien yang istilahnya kelas atas atau pemesan banyak kita harus mengikuti dan sudah punya persyaratan atau perizinannya. Alhamdulillah, untuk urusan pajak dan lain lain kita sudah tertib,” pungkasnya. (yan/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :