BNN Kabupaten, Waspada Bandar Lewat Udara


KEPANJEN – BNN Kabupaten Malang aktif melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan aparat terhadap peredaran narkotika. Dengan semakin majunya pembangunan di daerah Malang dan sekitar Jawa, jalur transportasi narkoba pun ikut berkembang.
“Segi positif pembangunan sangat bermanfaat dalam meningkatkan taraf hidup, memudahkan akses jalan kemana-mana. Tapi, sisi negatifnya, jalur ini juga bisa dipakai oleh pengedar maupun bandar narkoba,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin, kemarin.
Menurutnya, pembangunan tol Malang Pandaan, serta peningkatan status Bandara Abd Saleh, merupakan jalan tambahan bagi pengedar dan bandar untuk menyelundupkan narkoba. Bukan hal yang mustahil, jalur darat dan udara akan semakin digempur bandar dan kurir narkoba.
“Dulu, selundupan narkoba hanya berasal dari jalur laut. Tapi, kini semua jalur sudah semakin terbuka, bisa lewat jalur darat dengan adanya pembangunan tol, bisa juga lewat jalur udara,” jelas Agus. BNN Kabupaten Malang, mendesak pihak terkait semakin meningkatkan kewaspadaan.
Sebab, perubahan Malang Raya sebagai kawasan urban terbesar setelah Surabaya, tak hanya diendus pengedar maupun bandar dari luar kota. Melainkan, bandar dari luar negeri. Hasil ungkap tahun 2018 lalu, potensi berbahaya adalah selundupan narkotika asal luar negeri.
 “Jalur darat kini masuk dalam radar bandar sebagai akses pengiriman narkoba, karena hasil ungkap akhir tahun, menyebut empat kilogram sabu, didatangkan dari Malaysia, transit Madiun, lalu dikirim lewat Malang, menuju Madura,” tambah Agus. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :