BPBD Ajak Masyarakat Pesisir Pantai Waspada Tsunami


MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meminta masyarakat di sekitar pesisir pantai Malang Selatan tidak panik. Pasca adanya informasi potensi gempa dan tsunami yang akan terjadi. Bentuknya, dengan memberikan sosialisasi langsung kepada warga, pada akhir pekan lalu.
"Dengan adanya informasi tersebut, kami bersama lembaga-lembaga kebencanaan, melakukan sosialisasi pada warga yang tinggal di daerah pesisir pantai Malang Selatan. Karena informasi tersebut mendapat reaksi dari masyarakat secara beragam. Maka, kami berikan pemahaman melalui sosialisasi supaya tidak diteruskan sebagai berita hoax," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Senin (22/7).
Sekadar diketahui, sempat beredar informasi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang bersumber dari Buku Peta Sumber Gempa 2017 Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemnen PUPR), tentang pantai potensi gempa dan tsunami di kawasan pantai Malang Selatan. Gempa megathrust magnitindo 8,8 tersebut, berpotensi terjadi tsunami, dengan tinggi gelombang sekitar 20 meter.
Karena adanya perkiraan terjadinya gempa tersebut, masyarakat di wilayah Malang Selatan sempat panik. Terutama warga yang tinggal di pesisir pantai.
Menurut Bambang Istiawan, informasi itu hanya potensi dan bukan prediksi. Untuk itu, masyarakat yang berbeda di wilayah pesisir pantai Malang Selatan diimbau supaya tidak resah dan panik. Karena di Indonesia, sudah memiliki sistem peringatan dini dan alat InaTEWS yang bekerja 24 jam.
"Alat dan sistem peringatan dini tersebut, akan membantu masyarakat di pesisir Pantai Malang Selatan bisa lakukan evakuasi mandiri. Untuk itu, masyarakat jangan panik, dan mudah percaya dengan berita yang belum jelas kebenarannya,” jelas Bambang.
Namun, mantan Kasatpol PP Kabupaten Malang ini, tetap meminta masyarakat selalu waspada. Sebab bencana sulit untuk diprediksi. Ketika ada informasi yang meragukan, bisa menanyakan kepada pihak yang bisa dipercaya. Seperti Polsek, Koramil, Kecamatan ataupun relawan di setiap desa.
"Karena di setiap pesisir pantai Malang Selatan ada relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dibentuk BPBD. Termasuk Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) yang dibentuk Palang Merah Indonesia (PMI)," ucapnya.
Terpisah, Sudarsono, tokoh masyarakat mengatakan bahwa adanya informasi yang disampaikan BPPT tersebut, sempat membuat masyarakat di pesisir pantai Sendanbiru panik. Warga khawatir prediksi itu benar adanya.
"Tetapi setelah ada sosialisasi dari BPBD Kabupaten Malang, masyarakat bisa memahami terkait informasi itu. Sehingga masyarakat mengetahui antara potensi dan prediksi. Namun warga yang tinggal di pesisir harus tetap waspada," urai mantan Kepala Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini. (agp/udi)

Berita Terkait