Bulan Ramadan Malah Susah Cari Elpiji Melon


MALANG - Memasuki hari pertama bulan puasa, kelangkaan elpiji melon berukuran tiga kilogram kembali dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Malang. Hal ini disebabkan permintaan elpiji dari masyarakat melonjak drastis. 
Salah seorang distribrutor gas di Kepanjen, Suprapto mengatakan, selain permintaan tinggi dari masyarakat, pasokan dari Pertamina juga berkurang. Bilamana dirinya mendapat pasokan sebesar 100 tabung per hari, berkurang menjadi 80 tabung per hari. Pengurangan kota ini menyulitkannya saat menghadapi animo tinggi dari masyarakat. 
“Saya tidak tahu mengapa kuotanya dikurangi. Katanya pengurangan kuota untuk sementara waktu, pada awal bulan puasa ini,” ujarnya kepada Malang Post. 
Menurut dia, permintaan masyarakat akan kebutuhan gas itu semakin masif. Bahkan ada warga yang rela memesan terlebih dahulu, sebelum elpiji melon datang. Menurutnya, hal ini membuat resah sebagian besar warga Kabupaten Malang. 
“Khususnya ibu-ibu resah, karena dapurnya tak bisa ngebul alias tidak bisa masak. Belum lagi para penjual makanan atau warung juga kebingungan. Kalaupun terpaksa, para pemilik warung memakai gasi ukuran lebih besar,” terangnya.
Dia berharap, pemerintah segera mencari solusi terkait kelangkaan elpiji melon ini. Karena kelangkaan ini terus berulang kali terjadi saat awal bulan puasa.
“Kalau permintaan tinggi, jangan ada pengurangan kuota dari pertamina,” kata dia.
Masih kata Suprapto, Pertamina menjanjikan bahwasanya distribusi kembali lancar pekan depan. Meski sudah dijanjikan kondisi kembali normal, pihaknya tetap khawatir akan terjadi kelangkaan kembali.
“Biasanya kelangkaan lagi menjelang Lebaran. Kalaupun ada, ditingkat pengecer dijual mahal, karena kelangkaan tersebut. Saya juga berharap supaya masalah klasik yang terjadi seperti ini harus ada solusinya,” pungkasnya. (big/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :