Dewan Datang, Bahas Sumber Telaga Kabupaten Malang


MALANG - Status surga mata air pantas disematkan kepada Kabupaten Malang. Karena daerah ini memiliki banyak embung maupun sumber mata air. Salah satunya adalah sumber telaga di Kelurahan Sedayu, Turen.
Tempat tersebut dikunjungi Komisi IV DPRD Kabupaten Malang dan akan dikembangkan menjadi area wisata. Rombongan dewan yang mendatangi sumber itu dipimpin Darmadi SOs, sebagai Ketua Komisi IV. Kedatangan rombongan itu disambut muspika Turen dan perangkat Kelurahan Sedayu.
Hadir pula dalam kunjungan monitoring itu dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan (DTPHP). Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Darmadi mengatakan, sumber telaga sangat representatif dan cocok untuk tempat wisata.
“Selain untuk pertanian, sumber telaga ini juga bisa dikembangkan menjadi area wisata,” ujarnya kepada Malang Post. Dia menjelaskan, untuk mendukung pengembangan itu maka harus dipermak. Mulanya, bisa dilakukan peningkatan infrastruktur saluran irigasi pertanian.
Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan keparwisataan. Dia menyebut, untuk pengembangan pariwisata di embung tersebut, pihak desa bisa disinergikan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
“Akan lebih baik lagi, apabila embung tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat kelurahan tersebut. Sehingga hasilnya dapat mensejahterakan masyarakat,” kata dia. Politisi PDIP ini melanjutkan, keberadaan sumber telaga memiliki potensi sangat luar biasa.
Sumber telaga bermanfaat bagi para petani dan bisa juga mensejahteran masyarakat melalui sektor pariwisata. Menurutnya, Pemkab Malang tidak boleh tutup mata dengan keberadaan maraknya sumber air dengan memberikan perhatian dan memfasilitasi dalam pengembangannya.
“Perlu adanya inovasi kreatif dalam mengembangkan sumber air maupun embung tersebut. Contohnya sumber Maron yang dikembangkan dengan mikro hidro,” tuturnya. Dia melanjutkan, begitu pula embung yang lain bisa dikembangkan sesuai dengan inovasi maupun terobosannya masing-masing desa maupun kelurahan.
“Dalam pengembangannya, bisa juga menggandeng akademisi maupun perguruan tinggi. Keduanya memiliki pengetahuan keilmuan yang bisa diterapkan di masing-masing embung maupun sumber air,” pungkasnya. (big/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :