Dewan: Pabrik Cemari Lingkungan, Tutup Saja!

 
MALANG – Keresahan warga Jalan Kauman Pakisaji soal limbah plastik dari CV Jaya Makmur akhirnya mendapat respon dari anggota DPRD Kabupaten Malang. Dewan sepakat dengan langkah warga yang menuntut agar pabrik pengolahan biji plastik tersebut ditutup. Hal ini disampaikan Achmad Andi, anggota Komisi C kepada Malang Post kemarin siang.
“Kalau memang mencemari lingkungan dan tidak ada dampak positifnya, lebih baik ditutup saja. Saya mendukung langkah warga, jika perusahaan tetap tidak mempedulikan keluhan masyarakat,” tegas Achmad Andi.
Dikatakannya, Komisi C memang tidak membidangi soal lingkungan atau limbah. Tetapi sebagai wakil rakyat, apa yang menjadi keluhan masyarakat tetap harus diperhatikan. Apalagi, politisi asal Partai Golkar tersebut, merupakan warga asli Pakisaji.
“Saya akan turun langsung ke lokasi untuk mencari informasi pada warga sekitar, terkait soal limbah ini. Karena lokasi pabrik plastik ini, dulunya adalah daerah tempat tinggal saya,” ujarnya.
Untuk menanggapi keluhan masyarakat soal limbah ini, Andi, akan mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, untuk segera menindaklanjutinya. Karena salah satu program dari Bupati Malang adalah menjaga lingkungan hidup. Kalau ada perusahaan yang masih mencemari lingkungan dengan limbah, maka harus segera ditutup.
“Membakar limbah itu tidak boleh, karena akan merusak lapisan ozon. Jangankan membakar plastik, membakar sampah kertas saja tidak boleh. Besok (hari ini, red) kami akan mengklarifikasi ke DLH, supaya segera menindaklanjuti keluhan masyarakat,” urainya.
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Malang Budi Iswoyo mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan surat teguran ke perusahaan. Saat ini, pihaknya akan melakukan pengawasan. Jika perusahaan masih saja tetap bandel, maka akan ada sanksi yang diberikan.
“Saat ini kami melakukan pengawasan secara bertahap. Jika masih tetap, maka akan kami berikan teguran lagi. Kalau sampai tiga kali teguran masih saja, maka akan ada sanksi. Bisa pembekuan perusahaan bahkan mencabut izin usahanya,” jelas Budi Iswoyo.
Disinggung soal izin yang semula adalah untuk pengelohan karet, namun kenyataannya pengolahan biji plastik, Budi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perizinan. Karena DLH hanya mengawasi soal limbahnya saja.
“Kalau masalah izin, urusannya dengan Dinas Perizinan. Nanti secepatnya akan kami koordinasikan untuk menindaklanjuti masalah izin usahanya,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan pabrik pengolahan biji plastik di Jalan Kauman Pakisaji, diprotes warga sekitar. Masyarakat selama ini resah karena limbah dari CV Jaya Makmur tersebut, baunya sangat menyengat dan polusinya mengganggu pernafasan. Warga berharap supaya perusahaan yang ada di tengah-tengah perkampungan itu segera ditutup.
Bahkan karena tidak tahan dengan bau limbah itu, beberapa warga sempat ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya di Wagir, setiap malam hari. Sebab, bau limbah asap plastik tercium setelah habis maghrib sampai subuh.
“Warga tetap meminta supaya pabrik ditutup,” kata Yono, salah satu warga sekitar.
Warga juga mengaku berterima kasih kepada pihak kepolisian, karena langsung merespon keluhan masyarakat. Polisi, langsung mengambil langkah tegas dengan memasang garis polisi pada perusahaan tersebut. 
“Mungkin Polres Malang yang memasang garis polisi. Kami justru malah tidak tahu, dengan pemasangan police line di pabrik tersebut,” tutur Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda Sigit Kurniawan.(agp/lim)

Berita Lainnya :