Dewan Pertanyakan Kolam Renang


KEPANJEN – Dibangun sejak tahun 2014 silam, hingga kini pembangunan kolam renang bertaraf internasional di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, tak kunjung selesai. Untuk itu, dewan kembali mempertanyakan pembangunan kolam renang tersebut. Komisi D DPRD Kabupaten Malang yang membidangi pembangunan, mendesak dinas terkait untuk segera merampungkan pembangunan fisik kolam renang bertaraf internasional tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Darmadi mengatakan, pembangunan kolam renang bertaraf internasional tersebut sempat bermasalah pada tahun 2016 silam. Yakni, dengan adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang pekerja tewas. Tidak ingin hal itu terjadi lagi, dinas terkait segera menyelesaikan pembangunan fisik kolam renang.
“Masyarakat tentunya bertanya-tanya mengapa kolam renang bertaraf internasional tersebut belum selesai. Selain itu, masyarakat dan atlet renang tentunya mengimpikan segera menggunakan kolam renang untuk berlatih dan meningkatkan skillnya,” ujar Darmadi. Dia mengatakan, penggunaan kolam renang ini sudah dinanti oleh masyarakat.
Maka dari itu, pihaknya akan meminta laporan dari dinas terkait, tentang progress pembangunan kolam renang bertaraf internasional tersebut. “Kalau bisa pembangunannya harus diselesaikan tahun ini. Sehingga, pada tahun 2018 bisa diresmikan dan dipergunakan oleh masyarakat dan atlet renang,” kata politisi PDIP ini.
Menurutnya, bila memang suatu hal dengan alasan yang masuk akal pembangunan kolam renang internasional tidak bisa selesai tahun ini, maka dianggarkan lagi tahun depan. Namun, dia menegaskan bahwasanya yang paling penting, pembangunan kolam renang bertaraf internasional yang menelan dana Rp 9,8 M ini harus secepatnya terselesaikan.
“Apabila ada kekurangan anggaran, maka harus segera disampaikan. Sehingga, bisa dianggarkan tahun depan,” tuturnya. Masih kata Darmadi, pembangunan kolam renang bertaraf internasional ini memang dibutuhkan masyarakat. Lantaran mega proyek, membutuhkan waktu lama dan dana besar, maka pembangunan dilakukan multi years.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dewan akan mengawasi pengerjaan pembangunan tersebut, supaya terhindar dari penyimpangan. Selain itu, yang terpenting pengerjaannya cepat terselesaikan dan segera bisa dipergunakan sebagaimana fungsinya.
“Kami berharap tidak terjadi masalah terkait pembangunan kolam renang tersebut. Selain itu, masyarakat memang sudah tidak sabar lagi menggunakan kolam renang tersebut. Lantaran ini merupakan kolam renang berstatus internasional dengan fasilitas memadai yang dimiliki Kabupaten Malang,” pungkasnya. (big/bua)