Digusur Jalan Tol, Pedagang Hewan Demo


MALANG - Puluhan pedagang pasar hewan Singosari, protes. para pedagang menuntut di pasar penampungan Desa Dengkol, Singosari para pedagang menuntut agar pasar hewan Singosari segera dibangun secara permanen, dan diberikan fasilitas yang lengkap.
“Kami sudah menunggu cukup lama, namun sampai dengan saat ini belum ada kejelasan, kapan pasar hewan ini dibangun secara permanen,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Hewan, Yusuf Fauzan kepada wartawan saat aksi unjuk rasa.
Dia mengatakan, pasar hewan yang saat ini ditempati merupakan relokasi pasar hewan yang lama karena pasar hewan yang lama yaitu di Desa Baturetno, Singosari dibongkar karena terdampak pembangunan tol Pandaan – Malang.
“Yang kami tempati saat ini merupakan pengganti pasar hewan yang lama. Lahannya memang lebih luas, tapi fasilitasnya minim. Berbeda dengan yang lama, meskipun pasarnya lebih kecil, fasilitasnya lengkap,” ungkap dia.
Mulai dari bangunan hingga tiang untuk mengikat hewan juga lengkap. Lantaran minim fasilitas itu, Fauzan mengaku bila kondisi ini sangat mempengaruhi aktifitas jual beli hewan. Tidak hanya pengunjung pasar yang turun, pedagang pasar juga menurun drastis.
Menurut dia, pasar hewan yang lama jumlah pedagangnya mencapai 1.000 orang. Mereka tak hanya datang dari Kabupaten Malang, tapi juga luar kota.  “Sebelum relokasi, pengunjung pasar lebih dari 1.500 orang,” terangnya lagi.
“Tapi sekarang juga menurun, karena pasarnya tidak representatif," ungkapnya. Akibatnya, pendapatan para pedagang pun  berkurang. Dia juga menyebutkan, aktifitas di pasar hewan Singosari ini dilakukan dua kali dalam seminggu, yaitu Senin dan Jumat.
Aksi yang dilakukan para pedagang pasar hewan ini juga mendapat respon dari Anggota DPRD Kabupaten Malang. Hadi Mustofa turun langsung ke lokasi. Hadi pun mengatakan, jika pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PT Jasa Marga Pandaan Malang.
Tujuannya  untuk segera  melakukan pembangunan dan melengkapi fasilitas pasar hewan Singosari. Sementara itu PPK Lahan PT Jasa Marga Pandaan - Malang, Agus Harianto mengatakan, pembangunan pasar hewan Singosari, pihaknya masih menunggu dokumen perencanaan dari Pemkab Malang.  
Dia menyebutkan, melalui dokumen perencanaan inilah, bisa diaplikasikan bentuk bangunan maupun fasilitas apa saja di dalamnya. “Kami masih menunggu dokumen perencanaan, begitu dokumennya keluar, pembangunan langsung dilakukan,” katanya.
Agus mengatakan, PT Jasa Marga Pandaan - Malang memiliki kewajiban membangun pasar hewan Singosari, karena pasar hewan lama yang menjadi aset pemerintah dibongkar karena terdampak tol Pandaan-Malang.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Pantjaning Sri Rejeki mengatakan pembangunan pasar hewan Singosari masih menunggu proses penyelesaian dokumen perencanaan.
“Pada prinsipnya pihak Jasa Marga siap membangunkan bangunan pengganti pasar hewan di atas tanah pengganti yang  telah ditetapkan dengan SK Bupati Malang. Saat ini dokumen  perencanaan sudah  dibuat oleh kami, tapi  masih mengalami proses revisi,” kata dia. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :