Dinihari Kejadian, Tanah Longsor Langsung Tertangani


MALANG - Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Krajan,  Desa Duwet Krajan, Tumpang. Akibatnya tiga rumah rusak. Yaitu rumah milik Jasemo, warga RW04, rumah milik Hudi dan rumah milik Marsuki, keduanya warga RW03.
“Semuanya rusak ringan, hanya tembok pembatas halaman dengan bukit yang ambrol,” kata Kapolsek Tumpang AKP Yusuf Suryadi. Dia pun menguraikan, longsor kali pertama terjadi di wilayah RW03. Yaitu Minggu (10/2) petang lalu.
Saat itu  hujan mengguyur sangat deras. Tiba-tiba tebing setinggi tiga meter di samping kanan rumah Jasemo ambrol. Karena tidak ada tembok yang menghalani, material longsor pun langsung menghantan dinding dapur rumah korban.
Meskipun tanah yang menimpa cukup banyak, dinding dapur yang terbuat dari bambu tidak sampai ambrol. “Hanya reot saja, karena terkena tekanan dari material longsor,” tambah perwira polisi ini kepada Malang Post.
Meskipun tak meluluh lantakkan rumahnya, namun Jasemo sendiri mengaku takut. Sehingga dia memilih untuk tidur di rumah tetangga. Selang 10 jam, bencana longsor kembali terjadi. Kali kedua ini terjadi di RW03. Tebing setinggi 3 meter tiba-tiba ambrol.
Tanah ambrol ini mengenai dinding belakang rumah miliki Hudi dan Marsuki. “Longsor tidak sampai menimpa rumah, hanya tembok di halaman belakang rumah saja yang ambrol, sehingga rumahnya aman,” ungkap dia.
Meskipun tidak ada rumah yang rusak parah, kejadian bencana tanah longsor ini tetap menjadi atensi anggota Polsek Tumpang. Yusuf dan beberapa anggotanya termasuk anggota TNI mendatangi TKP dan melakukan bersih-bersih.
“Tanah yang menimpa dinding dapur rumah pak Jasemo langsung kami bersihkan. Kami juga meminta pak Jasemo untuk tidak panik, sekaligus mengimbau agar meninggalkan rumahnya jika ada longsor susulan,” tambahnya. (ira/mar)

Berita Terkait