Dishub Tak Serta Merta Beri Izin Pedagang Terminal Lawang


MALANG - Kepala Dinas Perhubungan, Kabupaten Malang, Hafi Luthfi memastikan tidak ada bangunan liar di Terminal Lawang Heritage. Menurutnya, warga yang saat ini membangun merupakan pedagang lama yang memiliki hak atas kios di terminal tersebut.
Hafi mengatakan, para pedagan yang saat ini sedang membangun kios merupakan pedagang di Terminal Lawang (Terminal Lawang Heritage). Namun pada 2018 lalu, mereka libur berdagang seiring adanya pembangunan di terminal tersebut.
"Tahun 2018 lalu, Terminal Lawang kami usulkan menjadi terminal wisata. Dibangun dengan anggaran sekitar Rp 400 juta. Saat dibangun, pedagang yang dulu menempati libur, rencananya mereka akan menempati setelah bangunan terminal wisata Lawang jadi," kata Hafi kepada Malang Post, kemarin.
Namun demikian, pada 2019 ini, Dishub tak memiliki anggaran untuk melanjutkan pembangunan Terminal Wisata Lawang. "Karena kami tak bisa melanjutkan pembangunan, para pedagang itu datang ke kami, dan meminta izin untuk berjualan. Kami izinkan karena mereka memang memiliki hak," tambah Hafi.
Kendati demikian, Hafi menyebutkan pihaknya tak serta merta memberikan izin. Para pedagang yang tetap harus membuat surat pernyataan. Dimana jika sewaktu-waktu terminal tersebut diambil alih Pemerintah, maka mereka harus pindah atau membongkar bangunannya. "Dalam surat pernyataan sudah jelas kok. Kalau terminal Lawang diambil alih, maka pedagang akan dengan suka rela membongkar," ungkap Hafi.
Dia mengatakan, jika sampai dengan saat ini Terminal Lawang masih menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan untuk pengelolaannya. Dia tidak menampik, jika beberapa waktu lalu ada surat dari Kelurahan Lawang yang mengusulkan terminal tersebut untuk di kelola.
"Kalau mau mengelola monggo. Kami tidak akan mempersulit, tapi dengan catatan harus prosedur. Sampai dengan saat ini belum ada pengalihan pengelolaan. Kemarin surat yang didisposisi oleh Pak Wabup (Wakil Bupati, red.), isinya setuju untuk dirapatkan, Nah kami menunggu itu," ungkapnya.

Berita Terkait