Disparbud Kabupaten Sosialisasi Wisata Halal


MALANG - Beragam upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang untuk mewujudkan wisata halal. Salah satunya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemkab Malang melakukan sosialisasi wisata halal, Selasa (23/4). Tidak hanya kepada pengelola tempat wisata, tapi juga pengelola restauran, kepada pengelola hotel, dan homestay ikut hadir.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, melalui sosialisasi ini diharapkan pengelola tempat wisata, restauran, hotel, maupun homestay dapat mengerti. "Sosialisasi ini penting. Karena dijelaskan tentang prasyaratan dan kriteria wisata halal," kata Made.
Dia juga mengatakan, sosialisasi yang digelar El Hotel, Karangploso ini dihadiri oleh staf Kementrian Pariwisata. Sejauh ini, pria asal Bali ini menyebutkan, di Kabupaten Malang belum ada tempat wisata, hotel, restauran dan homestay yang menerapkan wisata halal. Padahal menurut dia, tidak ada yang sulit untuk itu. Sekalipun penerapan wisata halal ini ditunjukkan adanya sertifikasi yang dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia).
"Pemerintah memang tidak bisa memaksa, karena untuk penerapan wisata halal itu tergantung pada pengelola masing-masing destinasi. Hanya saja, agar program ini sukses, kami terus melakukan sosialisasi," urainya.
Dan yang menarik, dalam sebuah satuan destinasi, terapan wisata halal bisa dilakukan pada satu spot destinasi. "Contohnya di El Hotel. Ada kamar-kamar, ada cafe, ada Lounge dan lainnya. Nah salah satu diterapkan, maka branding pung dapat dimiliki," tambahnya.
Ditanya destinasi wisata yang berpotensi menerapkan wisata halal, Made mengatakan adalah Cafe Sawah, Pujon Kidul. Cafe Sawah, Pujon Kidul sudah sangat terkenal wisatawan yang datang tidak hanya dari lokal, tapi juga dari mancanegara.
"Karena sudah banyak wisatawan mancanegara disitu, maka penting kiranya tempat ini mendapatkan label wisata halal, sehingga wisman muslim yang datang tak ragu untuk mengkonsumsi makanan," katanya.
Termasuk dalam hotel, penerapan wisata ini harus didukung sarana dan prasarana. Pertama, jika itu dalam kamar hotel, maka ada fsilitas arah kiblat, penyediakan alat salat, juga selalu menekankan kebersihan. "Kriteria-kriteria itulah yang kami sosialisasikan. Kami berharap seluruh peserta yang hadir memahalmi,dan bertekat untuk menerapkan wisata halal,’’ tuturnya. (ira/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :