DLH Kembangkan Biodigester Pasar Mantung


MALANG -  Inovasi dalam pengolahan sampah dan limbah kotoran sapi menjadi energi biogas terus diupayakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Saat ini, mereka mengembangkan inovasi maupun terobosan baru berupa biodigester di Pasar Mantung, Pujon.
Kepala DLH Kabupaten Malang, Ir Budi Iswoyo mengatakan, pembangunan biodigester di Pasar Mantung merupakan bantuan dari Dirjen Persampahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).
Ia menyebutkan, nilai investasi maupun bantuan untuk pengembangan di Pasar Mantung sebesar Rp 3 miliar. “Sedangkan sistemnya adalah mengolah sampah organik dari Pasar Mantung dan limbah kotoran hewan ternak sapi menjadi biogas,” ujar Budi.
Dia menjelaskan, pemanfaatan biogas ini nantinya digunakan untuk listrik. Sedangkan pemanfaatan listrik itu digunakan untuk kebutuhan pedagang Pasar Mantung. “Jadi, pedagang tidak kesulitan listrik untuk aktivitas jual beli sehari-hari,” katanya.
“Sedangkan untuk kelebihan listrik bisa kami jual kepada PLN,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ini. Dia melanjutkan, dari sampah organik dan kotoran hewan yang diolah bisa menghasilkan listrik lebih dari 10 kva.
Menurutnya, ada dua mekanisme proses pengolahan sampah menjadi lsitrik. Pertama, melalui proses biologis dengan sampah ditimbun di dalam tanah yang menghasilkan biogas. Kedua, melalui proses thermal yang menghasilkan panas dan menjadi listrik.
Selain itu, mengolah kotoran hewan ternak sapi menjadi biogas yang menghasilkan listrik. Menurutnya, sistem biogas ini sama halnya dengan yang dikelola di TPST Talangagung Kepanjen untuk bahan baku sampah.
Sedangkan bahan baku dari kotoran hewan ternak sapi seperti biogas di Jabung. Menurutnya, DLH Kabupaten Malang akan terus berupaya mengembangkan inovasi terbaru yang berbasis pelestarian lingkungan.
Termasuk pengolahan energi yang ramah lingkungan dengan tujuan mengirangi dampak negatif dari sampah. “Melalui trobosan semacam ini memiliki manfaat ganda. Selain ramah lingkungan dan meminimalisir dampak sampah, juga dapat menyejahterakan masyarakat,” tutup dia. (big/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :