Empat Titik Pipa PDAM Bocor


KEPANJEN - Distribusi air bersih PDAM kepada masyarakat maupun pelanggan di Kota Kepanjen sejak awal bulan Februari terganggu. Pasalnya, pipa distribusi air bersih pada empat titik di Ibukota Kabupaten Malang ini mengalami kebocoran.
Akibatnya, setiap harinya air bersih sebesar 10 liter per detik, terbuang percuma. Empat titik saluran pipa air bersih yang mengalami kebocoran itu berada di Jalan Raya Talangagung terdapat dua titik, perempatan besar Kepanjen dan tebing Sungai Metro.
Kondisi ini dikeluhkan masyarakat dan pelanggan di Kota Kepanjen. Lantaran debit air berkurang, sehingga mengganggu aktivitas yang membutuhkan air bersih. “Mulai awal bulan ini mas volume air bersih dari PDAM mengecil,” kata Syaifuddin, seorang warga Desa Talangagung.
“Apalagi saat pagi dan sore hari, tidak bisa memenuhi ember atau bak mandi,” ujar salah, kepada Malang Post, kemarin. Dia menjelaskan, karena pasokan air bersih yang menurun, maka penggunaanya harus berhemat.
“Kalau siang hari, debit airnya lumayan. Kalau siang, saya nandon air bersih melalui ember atau bak mandi,” kata dia. Menurutnya, PDAM sudah memberikan pemberitahuan terkait berkurangnya debit air tersebut.
Lantaran terdapat perbaikan di empat titik yang saluran distribusinya mengalami kebocoran dan ada beberapa pipa yang patah. “Katanya segera diperbaiki dalam waktu dekat ini. Saya berharap pasokan airnya segera kembali seperti semula,” tuturnya.
Sementara itu, Kabag Umum dan Humas PDAM Kabupaten Malang, Eko Priyo Ardianto mengatakan, perbaikan saluran di empat titik tersebut akan dilakukan Jumat (16/2) besok. Sedangkan konsekuensinya, kurang lebih sebanyak 10.000 rumah pelanggan PDAM selama satu hari penuh tidak mendapatkan pasokan air.
“Kami usahakan perbaikannya selesai dalam kurun waktu 24 jam atau sehari penuh. Namun, itu tergantung kondisi dan tingkat kesulitan yang dialami petugas di lapangan,” ucapnya saat dihubungi terpisah. Menurutnya, apabila tidak segera diperbaiki, tingkat kehilangan air akan semakin besar.
“Sekarang ini kehilangan airnya sudah mencapai 10 liter per detik. Harus segera diperbaiki. Apabila tidak, maka kehilangan airnya semakin banyak. Kami sudah memberikan pengumuman kepada masyarakat terkait hal ini,” tegasnya.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama perbaikan, pihaknya menyiagakan empat mobil tangki untuk mendistribusdikan air kepada masyarakat. “Masyarakat di Kota Kepanjen tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan air besih,” pungkasnya. (big/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :