Finalis Joko – Roro Fitting Baju Khas Malangan


MALANG - Usai dinyatakan lolos grand final Minggu (11/3) lalu, seluruh finalis Joko-Roro Kabupaten Malang 2018 melakukan fitting baju khas Malangan, kemarin. Fitting atau pengukuran baju yang dilakukan di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.
Satu per satu finalis menjalani fitting yang dilakukan di tempat tersebut. Mereka tampak antusias menjalani fitting. Vanesa Oscar Permatasari, salah satu finalis mengatakan sangat senang bisa melaju ke grand final.
“Saya memang ingin tampil di ajang bergengsi dua tahunan ini,” terangnya.
“Sebelumnya saya pernah mengikuti berbagai ajang pemilihan putra-putri, seperti Putra-Putri SMAN 1 Kepanjen dan Duta Hijab. Dengan menjadi finalis Joko-Roro ini merupakan suatu yang membanggakan bagi saya,” tambah dia.
Vanesa mengaku tugas berat menantinya ketika dinyatakan melaju ke babak grand final. Lantaran, siswi SMAN 1 Kepanjen ini menjadi bagian dari Paguyuban Joko-Roro Kabupaten Malang. 
“Tugas sebagai duta pariwisata tidaklah mudah. Karena harus mempromosikan seluruh potensi Kabupaten Malang. Terutama mempromosikan wisata supaya menarik banyak wisatawan,” tuturnya.
Dia sangat optimis bisa menjalani tugas serta tanggungjawab tersebut dengan sebaik mungkin.
“Saya janji memberikan yang terbaik saat grand final maupun malam penganugerahan nanti,” kata dia.
Sekretaris Disparbud Kabupaten Malang, Drs Ainur Rofiq mengatakan, seluruh finalis wajib menjalani fitting.
“Tentunya mereka harus memakai pakaian khas Malangan sebagai bentuk kecintaan terhadap Kabupaten Malang,” ujarnya di tempat yang sama.
Selain itu, kata dia, seluruh finalis tidak bisa berleha-leha. Lantaran seluruh kegiatan telah menanti mereka. 
Salah satunya mengikuti Bina Desa di Desa Bangelan, Wonosari, Kamis (14/3). Tujuan mereka mengikuti bina desa tersebut supaya dekat dengan masyarakat dan mengenal potensi desa itu.
“Mereka juga harus menjalani berbagai macam pelatihan yang diberikan oleh instruktur,” pungkasnya. (big/mar)

Berita Lainnya :