Gunung Bromo Level 2, Wisatawan Silahkan Datang


MALANG – Status Gunung Bromo masih level 2 atau waspada. Namun pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih membuka gunung itu untuk pengunjung atau wisatawan. Wisatawan dipersilahkan datang, hanya saja mereka dilarang untuk mendekati kawah radius 1 kilometer.
“Tidak ditutup, tetap buka. Tapi sesuai rekomendasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), bahwa wisatawan dilarang mendekati kawah radius 1 kilometer,’’ kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Syarif Hidayat.  
Bukan itu saja, Syarif juga mengimbau kepada para wisatawan atau warga yang datang untuk waspada, serta mematuhi arahan yang disampaikan,
”Jika ada sesuatu, pengunjung atau wisatawan memerlukan bantuan atau informasi segera menghubungi petugas atau mitra TNBTS,’’ kata Syarif.
Status waspada sendiri dijelaskan Syarif sudah disematkan sejak lama. Atau sejak 20 Oktober 2016 lalu. Menurutnya, status waspada di sematkan di Gunung Bromo, lantaran kondisi gunung yang tidak menentu.
”Statusnya ini tergantung kondisi gunung. Namun untuk dinamika atau perilaku Gunung Bromo, mungkin bisa langsung konfirmasi ke PVMBG, mereka yang memiliki otoritas,’’ ungkapnya.
Syarif mengatakan, jika untuk kondisi gunung Bromo, TNBTS hanya menunggu data dari PVMBG. Pihak TNBTS pun akan patuh jika dari data yang disampaikan ada rekomendasi tertentu.
”Seperti sekarang, ini rekomendasi dari PVMBG bahwa Gunung Bromo boleh dikunjungi, tapi pengunjung hanya sampai pada radius 1 kilometer dari kawah. Dan rekomendasi itupun sudah kami sampaikan kepada para wisatawan, termasuk kepada travel agen. Sehingga saat mereka berkunjung ke sini, mereka tidak melanggar, dan akan berkunjung dengan rasa aman dan nyaman,’’ tambahnya.
Ditanya sampai kapan status awas tersebut dicabut? Syarif mengatakan tidak tahu. Tapi yang jelas, menurut Syarif, PVMBG memiliki alasan kuat untuk menetapkan status gunung, termasuk Gunung Bromo.
”Pasti acuannya adalah aktivitas pada gunung. Bromo sendiri kan aktivitasnya begitu meskipun tidak sering, tapi gunung ini beberapa kali mengalami erupsi,’’ tambahnya.
Sementara itu, Syarif juga mengatakan, para erupsi Jumat ((19/7) lalu, kondisi Gunung Bromo kembali normal. Alias banyak wisatawan yang datang. Namun demikian, dia belum merinci jumlahnya.
”Kalau jumlahnya masih belum. Sekarang masih dilakukan pendataan,’’ katanya.
Normalnya jumlah kunjungan wisata juga dibenarkan oleh Kepala Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Mujianto. Setelah beberapa waktu lalu ada banjir di kawasan Bromo tidak membuat wisatawan  mengurungkan niat untuk berkunjung di gunung ini.
”Kalau jumlah pastinya kami kurang paham. Tapi jika melihat akivitas di pintu masuk jumlah wisatawannya sudah berangsur normal.
Mujianto juga mengatakan, jika kondisi cuaca di Gunung Bromo Selasa (23/7)   cukup dingin. Suhu udara di gunung yang berbasatasan dengan empat wilayah, yaitu Kabupaten Malang Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang ini mencapai 16 derajat celcius.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Kabupaten Malang,  Musripan. Dihubungi Malang Post, Musripan mengatakan suhu di Gunung Bromo mencapai 16 derajat celcius.
”Besok (Rabu) dari data prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG pusat suhu mencapai 16-33 derajat celcius. Kondisi cuaca cerah dan berawan,’’ tandasnya.(ira/ary)

Berita Terkait