Hasil USBN Sekolah Dasar, Kabupaten Yakin Ranking 20 Jatim

KEPANJEN – Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional tingkat SD SD/MI Kabupaten Malang, baru diumumkan Senin 4 Juni 2018 mendatang. Kendati demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang optimis hasil USBN tahun ini lebih baik lagi. Yakni dengan harapan bisa merealisasikan target menempati ranking 20 se Jawa Timur.
Raihan Ujian Sekolah pada tahun sebelumnya meraih hasil buruk dengan menempari ranking 32 se Jawa Timur. Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Slamet Suyono mengatakan, ranking USBN Kabupaten Malang baru diketahui pada Senin pekan depan. Setelah hasil USBN diumumkan kepada siswa dan orang tua.
“Berbagai persiapan telah kami lakukan sebelumnya untuk mengikuti USBN. Sedangkan hasilnya baru diketahui 4 Juni 2018 mendatang,” ujar Slamet Suyono kepada Malang Post. 
Dia menjelaskan, sebelum menghadapi USBN, seluruh siswa peserta ujian sudah menjalani pelatihan dengan mengerjakan soal try out. Sedangkan jenis soal yang diujikan adalah pilihan ganda dan esai di masing-masing mata pelajaran. 
“Ada tiga mata pelajaran yang diujikan, sedangkan mayoritas soal yang dibuat dari Provinsi,” tuturnya. 
Dia menjelaskan, di Kabupaten Malang terdapat 29.595.000  siswa yang mengikuti USBN SD/MI tahun pelajaran 2017/2018. Untuk jumlah sekolah yang mengikuti USBN SD/MI sebanyak 1.157 lembaga yang tersebar di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. 
“Kalau mengacu pada hasil try out, sekolah di daerah terpencil seperti di Gedangan meraih hasil terbaik. Ini menandakan bahwa sekolah di pinggiran nyatanya bisa meraih hasil terbaik,” terang pria kalem ini.
Dia mengakui bahwasanya kondisi pendidikan dasar di Kabupaten Malang belum sepenuhnya maksimal. Mengingat jumlah sekolah yang banyak, menyusul wilayah Kabupaten Malang sangat luas. Kendati demikian, dia mengklaim bahwa pembangunan dan pengadaan fasilitas serta sarana prasarana pendidikan saat ini jauh lebih baik. Hal ini kata dia, apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sarana prasarana serta fasilitas pendidikan masih kurang memadai. 
“Kami terus melakukan pembenahan terkait kualitas pendidikan. Termasuk sarana prasarana serta fasilitas pendidikan sekolah dasar terus kami benahi,” kata pria asal Poncokusumo tersebut.
Menurutnya, untuk melakukan pembennahan serta peningkatan fasilitas, perlu dilakukan secara bertahap. “Begitu pula dengan kualitas pendidikan serta prestasi kami terus upayakan untuk mengalami peningkatan secara bertahap,” pungkasnya.(big/ary)
 

Berita Lainnya :