Honorer Keringat Dingin Ikut Tes PPPK


MALANG - Ratusan pegawai honorer K2 di Kabupaten Malang dan Kota Batu tegang hingga keringatan menghadapi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Sabtu (23/2). 16 pegawai honorer langsung dinyatakan gugur karena tak ikut ujian dan gagal di seleksi administrasi.
Sejumlah peserta tes PPPK untuk Pemkab Malang yang ditemui Malang Post usai ujian di SMKN 1 Singosari dan SMAN 1 Singosari langsung pasrah. Mereka dibikin pusing menghadapi soal ujian yang menggunakan kalimat panjang. Akibatnya lama menjawab pertanyaan, sementara waktu ujian hanya 120 menit untuk mengerjakan 100 soal.
Sugik Prayitno, salah satu peserta seleksi PPPK merasa tegang menghadapi soal ujian.  
"Soalnya panjang-panjang, waktunya dibatasi," keluh guru honorer K2 yang mengajar di SDN 1 Sumber Ngepoh, Lawang usai mengikuti ujian di SMKN 1 Singosari.
Pria 39 tahun ini mengatakan sebenarnya soal-soal yang diberikan tidak jauh dengan profesi guru yang selama ini diembannya. Mulai dari tata cara mengajar, manajemen pembelajaran, hingga mengelola kelas. Guru yang mengabdi sejak tahun 2002 lalu inipun mengatakan, selain soal yang panjang, tidak ada kendala lain yang dihadapi.
Iman, peserta ujian lainnya juga mengaku tegang dan berkeringat dingin lantaran soal yang panjang, sedangkan waktunya terbatas."Kalau soalnya sebetulnya tidak sulit, ya sesuai dengan keseharian kami mengajar. Tapi yang membuat tegang ya model soalnya, kalimat pertanyaannya panjang-panjang,” kata dia.
Iman berharap lulus tes sehingga bisa memperbaiki perekonomian keluarga. Apalagi ia mengajar sebagai guru honorer sejak tahun 1999 lalu. Dengan status guru honorer K2, ia hanya mendapat gaji Rp 250 rib per bulan. Beruntung selama ini Iman dan istrinya membuka usaha toko klontong di rumahnya.
Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Shanti Rismandini mengatakan, tes PPPK menggunakan sistem Computer Assited Test (CAT). Pelaksanaan ujian digelar dua hari, yakni Sabtu (23/2) kemarin dan Minggu (24/2) hari ini secara bergelombang.  
Di Pemkab Malang tercatat dua peserta tak hadir pada ujian kemarin. "Tidak hadir maka gugur. Karena tidak ada seleksi susulan," kata Shanti Rismandini.
Dia menjelaskan, seharusnya peserta tes PPPK diikuti 879 peserta. "Hari pertama mestinya diikuti 708 peserta. Yaitu di SMAN 1 Singosari 333 orang dan di di SMKN 1 Singosari 375 orang. Tapi di masing-masing tempat itu dari data daftar hadir terakhir terdapat satu peserta yang tidak hadir," kata Shanti.
Dia merinci, di SMAN 1 Singosari peserta yang hadir 332 orang. Sedangkan di SMKN 1 Singosari 374 guru honorer K2 yang ikut tes. "Jadi totalnya hanya 706 yang ikut seleksi," katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :