Please disable your adblock and script blockers to view this page


Jadi Kado Manis untuk HUT Kabupaten Malang


 
MALANG - Kreativitas pelajar di Kabupaten Malang tak bisa diremehkan. Terbukti dalam ajang Mading 3D Competition dalam Malang Post School Competition (MSC) 2017, juara pertama di tingkat SMP dan SMA direbut oleh wakil kabupaten. MTs Al Ittihad Poncokusumo menang di kategori SMP, sedangkan di tingkat SMA, juara diraih oleh MAN Gondanglegi. 
Gelar juara ini pun menjadi kado manis untuk Kabupaten Malang  yang akan merayakan ulang tahun ke 1257 pada 28 November mendatang. MTs Al Ittihad Poncokusumo memang layak memenangkan Mading 3D Competition MSC 2017. Pengerjaan karya mereka dilakukan begitu detail dan rapi. Di bagian depan terdapat pintu gerbang bertuliskan MTs Al-Ittihad yang dibuat dari sterofoam kemudian dilapisi dengan serbuk kayu dan dicat hingga terlihat seperti dinding asli. 
Di samping kanan terdapat taman mungil yang didominasi warna hijau lengkap dengan pohon-pohon kecil. Sedangkan di samping kiri terdapat miniatur air terjun. Yang membuat unik, air terjun tersebut dibuat dari lem yang dibentuk dan dikeraskan hingga menyerupai aliran air. Di depan air terjun, ada jembatan yang menghubungkan ke area gunungan besar berwarna emas. Di area gunungan inilah beragam konten mading disajikan. 
“Konsep gunungan ini kami angkat, karena kami ingin mengenalkan kembali budaya wayang yang saat ini asing di kalangan anak muda. Selain itu, kami juga menyajikan Punakawan sebagai tokoh perwakilan yang terdapat dalam pewayangan, karena pada zaman sekarang banyak anak muda yang tidak mengenal tokoh tersebut,” ujar Ketua Tim Mading 3D MTs Al-Ittihad Poncokusumo, Abdul Rozaq Mubarok.
Pembina Mading MTs Al-Ittihad, Lailia Indah Rahmawati bersyukur atas keberhasilan yang diraih oleh siswa binaannya ini. Mereka layak mendapatkan prestasi ini karena perjuangan untuk mengerjakan mading sangat berat. Selama tiga minggu lamanya para siswa berkutat untuk menyelesaikan mading tersebut.
“Kemenangan ini juga kami persembahkan sebagai kado HUT ke 1257 Kabupaten Malang. Ke depan, kami berharap siswa-siswi tetap semangat dalam menimba ilmu, mengasah segala kemampuan, bakat dan minat yang ada,” kata Lailia.
Anoman Pakai Cincin Guru Pembina 
Sama halnya dengan MTs Al-Ittihad, MAN Gondanglegi juga menyajikan mading 3D yang pengerjaannya detail dan rapi. Tim 12 Menit yang mengangkat konsep Hum(an)om is Never Die ini menghadirkan patung Anoman dominasi warna putih yang berukuran besar. Keberadaan patung ini langsung menyita perhatian pengunjung. Bukan karena ukurannya, tapi karena bentuknya yang sangat rapi dan detailnya begitu memikat. 
“Patung atau boneka ini kami buat sendiri dari kain dan busa. Kemudian kami lapisi dengan kain bulu putih dan ditambah ornamen seperti topi, gelang dan bagian bawahnya kami lilit dengan kain kota hitam putih,” ujar Ketua Tim 12 Menit MAN Gondanglegi, Ahmad Rizal Ilmi.
Anoman cute yang memakai anting ini juga membawa kamera, menceritakan tentang kebiasaan anak muda zaman now yang enggan lepas dari tool (alat) satu ini. Di manapun mereka berada, wajib untuk mengabadikan momen atau berswafoto ria. Dari kamera itu, muncul aneka foto yang menggambarkan perjuangan anggota 12 Minutes dalam menggarap mading. 
Anoman itu juga memakai cicin akik!. “Hehehehe, cincin ini punya guru pembina kami. Dipinjam dulu selama gelaran MSC,” ucap Ahmad Rizal.
Wah, nggak takut diambil pengunjung?.  “Jari Anomannya kan sudah dilem, jadi cincinnya nggak bisa diambil,” ujarnya, lalu tertawa.  
Selain bentuknya yang menarik, isi mading tim 12 Menit juga beragam. Mulai dari berita utama yang memuat tentang persoalan terkini soal gadget, budaya zaman sekarang dan tentang Jalur Lintas Selatan, cerita bergambar dan karikatur, humor hingga poster.
Juri Mading 3D MSC 2017, Abdul Halim mengatakan, kedua tim ini memang sejak awal sudah mencuri perhatian. Dari bentuknya, mereka mengusung karya yang berbeda. Pengerjaannya juga sangat rapi.
“Sedangkan dari konsep, karya mereka juga pas dengan tema yang ditentukan panitia, yakni Anak Muda dan Budaya,” ujar Halim, sapaan akrabnya. (noer adinda zaeni/han)

Berita Lainnya :