Jalan Raya Gubuk Klakah yang Longsor Belum Diperbaiki

Jalan Raya Gubuk Klakah masih belum dibenahi pasca longsor akhir Maret lalu.
 
 
PONCOKUSUMO- Pemerintah Kabupaten Malang belum melakukan perbaikan terhadap Jalan Raya Gubuk Klakah. Pasca longsor pada Senin (25/3) lalu, petugas hanya memasang garis pembatas saja. Pasalnya, jalan yang menjadi akses wisatawan menuju Gunung Bromo tersebut belum dibenahi, karena selain medan yang sulit, anggaran untuk pembenahan juga sangat besar. Sementara Dinas PU Binamarga tidak memiliki anggaran yang cukup.
"Belum. Ya penanganan awal saja dulu itu. Kami kasih garis batas, di area tebing yang longsor, dan bawahnya juga diuruk, agar longsor tak berkembang," kata Kepala Dinas PU Binamarga, Kabupaten Malang, Romdhoni.
Menurut Romdhoni, jika pembenahan jalan tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 800 juta - Rp 1 M. "Paling cepat bisa dibenahi saat perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti. Karena untuk saat ini tidak ada pos anggaran untuk itu," ucapnya.
Sementara untuk perbaikan jalan yang rusak, Romdhoni mengatakan saat ini dalam pengerjaan. Pekerjaan proyek yang tidak membutuhkan lelang bisa langsung ditangani. Sedangkan yang prosesnya menggunakan lelang, maka dikerjakan secara bertahap. 
"Untuk yang perbaikan jalan rusak, sudah mulai. Jalan Donowarih sampai dengan perbatasan Kota Batu sudah diperbaiki. Jalan Raya Bunut Wetan sampai dengan Tumpang, juga sudah," ungkapnya.
Sementara itu, belum adanya penanganan Jalan Gubuk Klakah, kendaraan yang melintas di jalur ini pun harus ekstra sabar. Itu karena pengendara harus bergantian, saat melintas. Seperti diketahui, Jalan Raya Gubuk Klakah longsor akhir Maret lalu. Jalan yang longsor 15 meter, dengan ketinggian tebing 6 meter itu memakan 2 meter badan jalan. Sehingga kendaraan yang melintas pun harus secara bergantian.
Warga berharap, longsor ini cepat ditangani. Bahkan tak sekadar membenahi, tapi juga minta kualitas jalan ditingkatkan. "Ini merupakan akses satu-satunya kenuju wisata Bromo Tengger Semeru. Jadi harusnya tak sekadar mulus, tapi bagian sisinya juga diplengseng, agar pengendara yang melintas tidak was-was," tandasnya. (ira/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :