Jangan Asal Merger SD Negeri

MALANG - Wacana merger SD Negeri dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sebagai upaya mengatasi masalah kekurangan guru, mendapat kritisi dewan. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo berharap langkah merger yang dilakukan tidak asal-asalan. 
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dr M Hidayat MM MPd melontarkan wacana untuk marger beberapa SD Negeri. Hal ini untuk mengatasi kekurangan guru serta mendongkrak prestasi serta kualitas pendidikan. 
Namun langkah merger harus sesuai dengan kriteria. Kusmanroto menyebutkan beberapa kriteria tersebut, seperti sekolah yang memiliki murid sedikit atau letaknya jauh dari permukiman masyarakat. Penggabungan sekolah, harus dalam satu wilayah atau satu desa. 
Paling utama, tidak hanya mengatasi kekurangan guru, melainkan meningkatkan kualitas pendidikan. “Kalau mutu serta kualitas pendidikan turun setelah dilakukan merger, tentunya ini ada yang salah. Apabila belum siap merger, jangan dipaksakan,” ujar Kusmantoro. 
Dia melanjutkan, kondisi pendidikan di Kabupaten Malang terutama tingkat SD Negeri, saat ini dalam kondisi terpuruk, pasca melihat hasil ujian nasional tahun ajaran kemarin. Dinas Pendidikan beralasan, jebloknya prestasi itu lantaran kekurangan guru. 
“Apabila masalahnya kekurangan guru, harus bisa disiasati. Salah satunya dengan mengoptimalkan peranan dari Guru Tidak Tetap dan meningkatkan kesejahteraan,” kata politisi Golkar ini. Menurutnya, kualitas pendidikan dasar yang masih belum maksimal itu akibat kurangnya profesionalisme dan perencanaan. 
Serta, dampak dari kebijakan pemerintah pusat. Sehingga pengelolaan kurikulum dan ketersediaan guru belum memenuhi, dimana secara otomatis mempengaruhi kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Malang.
“Dalam mengaatasi masalah ini, Dinas Pendidikan harus memiliki inovasi maupun terobosan terbaru untuk mendongkrak kualitas pendidikan. Tidak boleh pasrah dengan keadaan maupun regulasi baru dari pemerintah pusat,” tegasnya. 
Menurutnya, melalui inovasi serta terobosan baru tersebut, maka akan menggarihkan dunia pendidikan. Utamanya melalui program dan melakukan perencanaan secara benar untuk mengangkat prestasi dan kualitas pendidikan dasar. 
“Selain itu, Dinas Pendidikan jangan hanya berpaku pada peningkatakn sarana prasarana serta fasilitas SD Negeri. Melainkan harus memiliki program andalan dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” paparnya. (big/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :