Kapolres Bantu Biaya Pengobatan Balita Afwan


MALANG - Kisah bapak-anak warga Dempok Pakem, Kecamatan Wajak, yang mengalami luka bakar karena tersiram kuah bakso, mendapat simpati pengurus Bhayangkari cabang Malang. Kamis (25/4) , Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Malang Ny. Bekha Yhogi Hadi Setiawan bersama pengurus dan para ketua ranting, menyambangi Afwan Maulana, yang dirawat di ruang 16 RSSA Malang.
Afwan bocah berusia 3 tahun ini, mengalami luka bakar sekitar 80 persen. Mulai dari punggung hingga kedua kakinya.
"Kedatangan Wakil Ketua Bhayangkari untuk memberikan support kepada Afwan dan keluarganya," ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.
Menurutnya, rombongan ditemui Sri Aswatun, ibunda Afwan. Melihat kedatangan rombongan Bhayangkari, Sri Aswatun terlihat sangat haru. Kedua matanya berkaca-kaca, karena sebelumnya sama sekali tidak menduga kedatangan Wakil Ketua Bhayangkari dan rombongan.
Apalagi selain memberikan santunan, rombongan juga memberikan mainan kepada Afwan. Termasuk menyampaikan bahwa biaya perawatan Afwan selama di rumah sakit, akan dibantu oleh Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
"Selain mendatangi Afwan di rumah sakit, Kapolres Malang juga memerintahkan Kapolsek Wajak dan beberapa perwira Polres Malang untuk mendatangi rumahnya di Wajak. Pasalnya, Ngatiril, ayah Afwan ini juga mengalami luka bakar di tubuhnya, namun tidak dirawat di rumah sakit," jelasnya.
Nasib bapak-anak yang mengalami luka bakar ini, menjadi viral di media sosial. Setelah pemilik akun Anang Pink, mengunggah kejadian yang menimpa mereka di grup Komunitas Peduli Malang, pada 22 April lalu.
Berikut isi postingannya. meskipun anaknya sudah diperbolehkan pulang, Ngatiril tidak tahu harus berbuat apa begitu mengetahui jumlah Rp 22 juta lebih yang harus dibayar ke rumah saki.
Awalnya saat hendak berangkat jual bakso, Afwan Maulana (3) anak semata wayang dari pasangan Ngatiril (31) dan Sri Aswatun (24) ini hendak bermanja-manja kepada ayahnya sebagaimana anak seusianya.
Afwan didudukkan di depan sepeda motor yang sudah siap dengan rombong bakso yang sudah berisi dagangan. Namun tiba-tiba, Afwan tangannya memutar gas sepeda motor yang sudah menyala. sepeda motor melaju dan menabrak tembok hingga sepeda motor terguling. Dan air kuah yang dalam keadaan mendidih mengguyur tubuh Ngatiril dan Afwan.
Afwan 80 persen melepuh tubuhnya, dari punggung hingga ke kakinya. Sedangkan Ngatiril bagian punggung hingga pantat.
Karena ketiadaan biaya, yg dibawa ke RS hny Afwan saja. Sedangkan Ngatiril hny diberi obat sekadarnya dan dirawat keluarga di rumah. Dan saat pihak RSSA Malang sudah memperbolehkan pulang, dan biaya yang harus dibayar sebesar Rp 22 juta lebih, Ngatiril tidak tahu harus mencari uang kemana. (agp/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :