Kasus Demam Berdarah Meningkat


KEPANJEN – Upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melakukan pencegahan terhadap demam berdarah tak membuahkan hasil maksimal. Jumlah kasus demam berdarah di Kabupaten Malang terus naik dari tahun ke tahun. Tahun 2018, sampai dengan akhir Oktober lalu tercatat 543 kasus.
Angka itu mengalami kenaikan. Tahun 2017 lalu, kasus demam berdarah hanya 445 kasus.  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr Ratih Maharani mengaku masih melakukan pengkajian secara mendalam.
Ia mengaku pihaknya terus berusaha untuk melakukan pencegahan terhadap demam berdarah. Langkah yang dilakukan, selain meminta warga menggalakkan 3M (menutup, menguras, mengubur), pihaknya juga terus mengaktifkan juru pemantau jentik (jumantik).
“Saat ini kami buat program satu RT satu jumantik. Ini untuk melakukan pencegahan demam berdarah,” katanya. Ratih mengatakan, tugas jumantik tak sekadar memeriksa dan membersihkan tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk aedes aegypti.
Tapi jumantik, kata Ratih juga harus bisa mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap bahaya demam berdarah. Sebelumnya jumantik hanya berbekal senter dan formulir datang ke rumah warga, memeriksa tempat yang berpotensi berkembangnya nyamuk
“Tugasnya ditingkatkan, yaitu memberikan edukasi, guna mengubah pola pikir akan bahaya demam berdarah,” ucapnya.  Untuk memberikan tambahan tugas kepada jumantik, Dinas Kesehatan dikatakan Ratih juga terus memberikan pelatihan kepada mereka. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :