Keluhkan Debu Proyek Tol Mapan


 
MALANG - Pembangunan jalan tol Malang Pandaan (Mapan) di Jalan Raya Karanglo, Singosari, dikeluhkan pengendara dan warga sekitar. Aktivitas pembangunan jalan tol menimbulkan debu yang menyebabkan polusi udara. 
Selain itu, debu juga menyebabkan pandangan berkurang dan mengakibatkan iritasi mata. Bahkan, debu yang seringkali menimpa warga tersebut diduga menyebabkan penyakit sesak nafas, flu, batuk, dan lainya yang dialami sejumlah warga. 
Selain itu, apabila hujan terjadi di ruas sepajang Jalan Raya Karanglo berlumpur. Lantaran material tanah pembangunan tol yang diangkut menggunakan dump truck tercecer di jalanan. Kondisi itu mengganggu aktivitas dari pengendara. 
Bahkan anak-anak sekilah terpaksa menutup hidung saat berjalan di tempat tersebut untuk berangkat maupun pulang sekolah. Kuncoro, salah seorang warga sekitar mengatakan, kondisi debu paling parah pada pagi hari dan sore hari.
“Banyak aktivitas dump truck tol melintas jalan itu,” katanya.
“Toko saya menjadi kotor karena banyak debu yang berterbangan. Kalau siang seperti ini masih belum seberapa. Biasanya paling parah saat pagi dan sore hari,” terang dia. 
Dia sendiri tidak menolak aktivitas pembangunan jalan tol Mapan, karena untuk kepentingan umum dan peningkatan kesejahtertaan masyarakat. Namun, dia mengeluhkan aktivitasnya yang mengganggu warga sekitar maupun pengendara saat melintas jalan tersebut. 
“Seharusnya pelaksana proyek harus bisa meminimalisir terjadinya polusi,” tutur dia.
Sementara Hadi Sutrino, pengguna jalan mengeluhkan minimnya pandangan akibat debu dari material proyek jalan tol ini. Menurutnya, kondisi polusi ini dinilainya sudah masuk katagori parah. Lantaran dia membandingkan dengan pembangunan jalan tol di Pasuruan tidak berdebu. 
“Saya kerjanya di Pandaan, jadi sudah biasa pulang pergi Karangploso-Pandaan,” ungkapnya. 
“Sepanjang Singosari hingga Pandaan, proyek jalan tol yang berdebu, hanya di tempat ini,” keluhnya.
Maka dari itu, dia berharap kepada pekerja proyek supaya memperhatikan polusi udara akibat pengerjaan tol Mapan tersebut. (big/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :