Kemarau Masih Panjang, Status Siaga Kekeringan


KEPANJEN – Status siaga bencana kekeringan dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Menyusul tingginya potensi kekeringan di daerah ini, serta musim kemarau yang baru berakhir Oktober 2017 mendatang. Meski sudah dikeluarkan status tersebut, belum ada daerah yang dinyatakan dilanda kekeringan.
 Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Joni Samsul Hadi mengatakan, belum ada satupun desa maupun kecamatan yang meminta droping air bersih. “Seluruh wilayah yang rawan kekeringan, sumurnya masih terdapat air. Kendati demikian, debit airnya mulai berkurang,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
Dia menjelaskan, ada beberapa faktor belum adanya desa maupun kecamatan yang meminta bantuan droping air bersih. Diantaranya bertambahnya mata air, debit air tidak berkurang secara drastis dan beberapa wilayah sudah dibangun sumur bor. Seperti di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare yang sudah dibangun sumur bor beserta tandonnya.
“Tentunya kami berharap hal ini terus bertahan hingga dicabutnya status siaga kekeringan tersebut,” tuturnya. Meski demikian, pihaknya tetap menyiagakan seluruh sarana prasaranan dan peralatan untuk mengantisipasi kekeringan. Yakni dengan menyiagakan empat truk tangki untuk mendistribusikan air bersih.
Rinciannya, tiga unit milik BPBD, satu unit milik PDAM, satu unit milik Cipta Karya dan satu unit milik PMI. “Desa maupun kecamatan bisas aja  nantinya meminta pengiriman distribusi air bersih. Apalagi oleh BMKG, musim kemarau diprediksi berakhir pada bulan Oktober mendatang,” papar pria ramah ini.
Selanjutnya, pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah yang rawan terjadi kekeringan. Seperti di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Tirtoyudo, Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Pagak dan Kecamatan Kalipare. Selain itu, Kecamatan Donomulyo dan Kecamatan Singosari juga masuk pemetaan.
“Petugas kami sudah berkeliling di daerah-daerah rewan kekeringan tersebut, untuk memastikan kondisi yang terjadi saat ini,” tuturnya. Selanjutnya, kata dia, petugas yang ada di lapangan untuk mengupdate perkembangan terkini. Selain itu, pihak desa dan kecamatan diimbau segera menghubungi BPBD apabila membutuhkan dropping air. (big/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :