Masalah e-KTP Belum Tuntas


MALANG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang belum dapat menyelesaikan masalah blanko e-KTP. Hingga kemarin, 95.000 warga Kabupaten Malang masih memegang surat keterangan (Suket).
Itu karena pasokan blanko e-KTP sangat minim. Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang, Sri Meicharini mengatakan minimnya blanko e-KTP ini terjadai tak hanya di Kabupaten Malang, tapi di seluruh Indonesia.
Dia menuturkan, selama ini pihaknya sudah berusaha untuk meminta lebih ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk blanko e-KTP. Namun faktanya setiap bulan, Pemkab Malang hanya mendapatkan rata-rata 8.000 blanko.
“Pemohon e-KTP di kami rata-rata perhari 250. Per bulan kisaran 5.000. Sedangkan per bulan kami mendapatkan blanko 8.000. Sehingga sisa dari blanko, dari selisih pemohon digunakan untuk menyelesaikan Suket,” katanya.
Rini, begitu dia akrab dipanggil menyebutkan mengakui jika sebelumnya sempat mengatakan permasalahan Suket ini dapat diselesaikan pada tahun 2018. Namun dalam perjalanan seiringdengan distribusi blanko yang minim ternyata tak bisa selesai.
Kendati demikian, Rini juga mengatakan kepada warga yang memegang Suket tak perlu risau. Karena Suket dapat digunakan untuk beragam keperluan administrasi. Termasuk untuk para CPNS yang lolos rekruitmen, bisa melampirkan Suket untuk syarat e-KTP. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :