Masih Banyak Kampanye Terselubung


Bawaslu menggelar diskusi bersama beberapa tokoh politik Malang. 
Bawaslu 
KEPANJEN- Praktik kampanye terselubung untuk Pemilu 2019 di Kabupaten Malang, masih banyak terjadi. Formatnya dengan menggelar forum diskusi seperti soal ilmiah ataupun keagamaan. Namun selama ini, Bawaslu masih sulit menjangkau untuk menindaknya. 
Ini diterangkan Dosen Sosiologi Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Wahyudi Winarjo, saat diskusi peran stakeholder dalam pengawasan partisipatif Pemilu 2019, yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Malang, kemarin siang. 
Dikatakannya, bahwa dalam forum tersebut secara devinitif memang tidak kampanye, namun ketika dinalar isinya tentang kampanye. “Saya melihat selama ini Bawaslu sama sekali seperti kesulitan menjangkaunya," ujar Wahyudi Winarjo.
Dalam diskusi dengan tema pengawasan partisipasi, Wahyudi menilai bahwa Bawaslu masih kurang dalam mengajak peran serta masyarakat untuk melakukan pengawasan Pemilu. Misalnya seperti menggandeng kampus ataupun LSM. 
Sehingga seolah-olah pelaksanaan Pilpres atau Pemilu hanya milik penyelenggara, bukan milik masyarakat. "Selain itu, saya juga masih melihat bahwa media saat ini masih terbelah dan adanya saling memihak," tuturnya.
Pengamat Politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Wawan Sobari, narasumber lain mengatakan bahwa kinerja Bawaslu sejak Agustus 2018 sudah menjalankan penindakan pelanggaran Pemilu dengan baik. 
Misalnya seperti Caleg membagikan kaos, ataupun dugaan panggarangan lainnya, sudah diantisipasi dan ditindak dengan benar sesuai peraturan perundang-undangan. Terkait indeks kerawanan Pemilu 2019, Kabupaten Malang tidak masuk dalam zona merah. 
Tetapi Sobari mengingatkan, bahwa potensi kerawanan bisa terjadi saat mendekati Pemilu 2019 nanti. Misalnya pada waktu masa kampanye, atau saat pemungutan suara. "Karenanya kesiapan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu 2019 ini sangat penting," ucapnya.
Terpisah, Totok Haryono, Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Timur, yang juga menjadi nara sumber dalam diskusi, mengatakan bahwa Bawaslu sebenarnya sudah mengajak masyarakat secara luas untuk mengawasi pelanggaran Pemilu 2019. (agp/mar)
 

Berita Terkait