magista scarpe da calcio Melasti di Pantai Balekambang


Melasti di Pantai Balekambang


MALANG – Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah turun ke Pantai Balekambang, kemarin. Mereka menjalani ritual Jalanidhi Puja atau Melasti untuk menyambut datangnya Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1940. Nyepi jatuh pada 17 Maret 2018 mendatang, namun prosesi pembersihan diri sudah digelar. Puncak dari ritual tersebut adalah melarung sebanyak 47 jolen maupun sesaji ke laut lepas.
Pantai Balekambang yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, berubah seketika seperti suasana di Tanah Lot Bali. Ribuan umat Hindu memadati tempat mengenalkan baju khas untuk ibadah. Mereka duduk bersila di tepi pantai dan tampak khidmat menjalani seluruh rangkaian ritual Melasti.
Ritual diawali dengan mengambil air atau mendak toya anyar ngiring Ida Batara oleh para pemangku di Pura Luhur Amerta Jati. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Muda Karana dan pasramah saji. Prosesi tersebut untuk mensucikan jolen sebelum dilarung ke laut lepas.
Setelah itu digelar persembahyangan dan doa. Setelah seluruh ritual itu dilakukan, kemudian 47 jolen siap dilarung ke laut lepas. Diawali membawa jolen utama ke Pura Amerta Jati.
Jolen utama tersebut di taruh di pura sebagai persembahan kepada Sang Hyang Widhi. Setelah jolen utama sampai ke Pura, ribuan umat Hindu langsung membawa seluruh jolen lainnya untuk dilarung ke laut lepas. Mereka berebut menandu jolen tersebut dan membawanya ke laut lepas.
Prosesi itu disaksikan ribuan wisatawan yang memadati Balekambang. Ritual itu dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Susetyo, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malang, Sutomo Adi Wijoyo dan Kepala Dinas Pariwsata dan Kebudayaan (Dispabud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang yang juga mewakili Bupati Malang, memberikan bantuan kepada panitia penyelenggara ritual Melasti. Ketua PHDI Kabupaten Malang, Sutomo Adi Wijoyo mengatakan, antusiasme umat Hindu dalam mengikuti ritual Jalanidhi Puja atau Melasti sangat tinggi.
“Hal ini dibuktikan jumlah jolen yang dilarung pada tahun ini lebih banyak dibandingkan pada tahun 2017 yang lalu,” ujar Sutomo Adi Wijoyo kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, apabila tahun 2017 lalu terdapat 38 jolen yang dilarung, jumlahnya pada tahun ini meningkat menjadi 47 jolen yang dilarung ke laut lepas.
“Artinya, umat Hindu sangat peduli dengan terselenggarakannya ritual ini. Apalagi mereka secara bergotong royong membuat jolen atau sesaji untuk dilarung tersebut,” tuturnya.
Dia mengatakan, ibadah kali ini mengambil tema kerukunan. Baik itu kerukunan terhadap antar sesamat umat Hindu maupun kerukukan antar umat beragama.
“Umat Hindu selalu mengutamakan kerukunan dan perdamaian. Sehingga turut serta menciptakan suasana kondusif di negara ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara SH MSi mengatakan, ritural ini sekaligus mendongkrak angka wisatawan terutama yang mengunjungi Pantai Balekambang.
“Tentunya melalui ritual Jalanidhi Puja ini bisa disaksikan secara langsung oleh wisatawan. Ritual ini selalu dinanti-nanti bukan hanya oleh umat Hindu melainkan juga ditunggu oleh wisatawan,” terangnya.(big/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang