Please disable your adblock and script blockers to view this page


Mendesak Bangun Jalan Baru!


MALANG- Pembangunan jaringan jalan baru di Kota Malang merupakan satu-satunya solusi atasi macet. Apalagi arus lalu lintas (lalin) keluar pintu tol Malang-Pandaan (Mapan) jadi penyumbang kemacetan. Jalan baru yang mengakses dari Jalan Jalan Wisnuwardhana  hingga Sulfat merupakan salah satu solusi paling nyata jelang exit tol Madyopuro tuntas.
Hal ini terungkap dalam diskusi Malang Post bertajuk ‘Solusi Atasi Macet Pascatol Mapan’, Jumat (14/6). Diskusi yang dimoderatori Pemred Malang Post Dewi Yuhana itu menghadirkan berbagai pemangku kebijakan dan pakar lalin. Di antaranya DPRD Kota Malang,  Dinas PUPR Kota Malang, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Dinas Perhubungan kota dan kabupaten, Barenlitbang Kota Malang, Bappeda Kabupaten Malang, PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), Polres Malang, Polres Malang Kota hingga pakar lalu lintas dan transportasi dari perguruan tinggi.
Menumpuknya arus lalin di sekitar pintu keluar tol di Singosari merupakan potret masalah baru kemacetan. Apalagi arus lalin yang keluar dari pintu tol banyak dan cepat. Itu baru di satu lokasi di utara Kota Malang. Belum lagi saat exit tol Pakis  dan tol Madyopuro dibuka ketika kelar pembangunannya. Exit tol Pakis yang sempat dibuka fungsional saat arus mudik contoh nyatanya. Lalin di Jalan Raya Pakis macet hingga Madyopuro.
Simpul macet yang bakal bertambah itu butuh solusi. Menurut pakar lalu lintas dan transportasi Universitas Brawijaya (UB), Porf Ludfi Djakfar, Ph.D, jaringan jalan baru merupakan solusi paling tepat. Hal ini juga mengacu dari upaya mengatasi kemacetan yang selama ini dilakukan.  
“Analogi yang bisa dipakai saat ini bahwa rekayasa lalu lintas yang terus dilakukan untuk atasi  macet hanya obat sementara semacam painkiller (obat pengurang rasa sakit). Kita punya masalah jangka menengah dan panjang yang tidak hanya bisa diatasi dengan rekayasa lalin saja,” kata Ludfi diawal pemaparan dalam diskusi.
Guru besar Fakultas Teknik (FT) UB ini mengatakan, pembangunan jaringan jalan baru merupakan satu-satunya solusi mengatasi kemacetan jika tol Mapan rampung seluruhnya. Untuk diketahui saat ini tol Mapan yang berfungsi masih tiga seksi. Yakni seksi satu, Pandaan -Purwodadi, seksi dua Purwodadi-Lawang, seksi tiga Lawang-Singosari, seksi empat Singosari-Pakis, seksi lima Pakis-Malang. Sedangkan exit tol di Malang terdapat di Lawang, Singosari, Pakis dan Madyopuro.
Meski begitu ia menegaskan efek tol hanyalah satu faktor penyebab kemacetan. Kepadatan kendaraan di terjadi karena beberapa hal lain. Di antaranya berubahnya pola tata penggunaan lahan di Kota Malang.
“Adanya industri perdagangan, bertumbuhnya hotel dan restauran juga memengaruhi. Dulu pergerakkan lalin Kota Malang hanya berpusat atau ramai di kawasan Klojen saja. Tapi sekarang tidak, seluruh kecamatan mulai padat dan penuh,” papar pria kelahiran Sumenep ini.
Hal ini mengakibatkan bertambahnya lokasi rawan macet. Menurut Ludfi, jika dikaitkan dengan Tol Pandaan-Malang nantinya, maka terdapat sejumlah pekerjaan yang mesti ditangani pemerintah daerah (pemda).

Berita Terkait

Berita Lainnya :