Menteri Eko Puas Serapan DD dan ADD

APRESIASI: Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo memberikan apresiasi kepada Kabupaten Malang karena 99 persen DD dan ADD sudah terserap.
 
KEPANJEN- Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), memberikan apresiasi pada Desa Palaan, Ngajum dengan memberikan insentif khusus sebesar Rp 1,5 miliar. 
Alasan penggelontoran insentif khusus ini ke Desa Palaan tersebut karena adanya pengawalan dari universitas dalam pengelolaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Penyerapannya dianggap sangat bagus dan tepat sasaran.
Pemberian insentif disampaikan langsung oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Kamis (7/3) petang. “Dana insentif akan kami salurkan melalui program dana insentif daerah (DID),” ungkapnya saat mendatangi salah satu acara di Kepanjen.
Ia berharap Desa Palaan bisa menjadi percontohan untuk desa lainnya tentang pengawalan akademisi terhadap pola pembangunan dan pendampingan DD. Eko juga mengatakan, hasil evaluasi serapan DD dan ADD secara keseluruhan di Kabupaten Malang sangat bagus. 
“Saya sangat puas. Semuanya sudah terserap sampai 99 persen,” tegas dia.  Namun pada 2019 ini, ia berharap pengelolaan anggaran DD dan ADD, sudah harus bisa digeser pemanfaatannya. Tidak hanya untuk membangun infrastruktur. 
“Kalau sebelumnya banyak untuk membangun infrastruktur, mulai tahun ini harus sudah mulai pengembangan di sektor pemberdayaan ekonomi,” ujarnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji menyetujui hal itu.
Dia mengaku pihaknya harus segera merumuskan rencana kerja terkait dengan insentif yang bakal digerojok oleh Kemendes  PDTT. “Harus segera kami identifikasi dan rencanakan kebutuhan apa saja yang paling dibutuhkan desa,” tutur Suwadji. 
Dikatakannya, selain Desa Palaan, sebelumnya ada tiga desa di Kabupaten Malang yang juga sudah mendapatkan bantuan program dari pusat. Ketiganya yakni Desa Pujon Kidul, Pujon, Desa Sanankerto, Turen dan Desa Sukodono, Dampit.
“Bantuan tersebut kami fokuskan untuk pengembangan BUMDes. Misalnya pengembangan wisata untuk Desa Sanankerto, pemberdayaan petani kopi di Desa Sukodono, dan pengembangan Kafe Sawah untuk Desa Pujon Kidul,” jelasnya. (agp/mar)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :